Dampak Perkembangan Revolusi Industri


Revolusi Industri adalah suatu proses perubahan yang cepat di bidang ekonomi, yaitu dari ekonomi agraris atau pertanian ke ekonomi industri dengan menggunakan tenaga mesin dan tidak lagi menggunakan peralatan manual (yang mengandalkan keterampilan tangan). Revolusi Industri ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas barang. Berikut ini akan dijelaskan mengenai dampak perkembangan revolusi industri.

Revolusi industri merupakan periode antara 1750-1850. Pada saat itu, terjadinya perubahan secara massif di bidang pertanian, pertambangan, transportasi, manufaktur, dan teknologi. Revolusi Industri memiliki dampak yang mendalam terhadap kondisi di dunia dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya. Revolusi Industri berawal dari Britania Raya (Inggris) lalu menyebar ke seluruh Eropa Barat, wilayah Amerika Utara, Jepang, dan kemudian menyebar ke seluruh dunia.

 

Dampak Revolusi Industri

Revolusi Industri menjadi titik balik sejarah di dunia. Semua bidang mengalami perubahan dan pengaruh yang cukup besar. Penemuan mesin uap oleh James Watt di sekitar tahun 1780 mendorong terciptanya gerak industri yang semakin pesat. Pertumbuhan masyarakat yang semakin banyak dan daya beli yang semakin meningkat menjadikan perkembangkan industri menggeliat.

Ada banyak dampak yang terjadi dari perkembangan Revolusi Industri, baik dampak positif maupun dampak negatif. Khususnya, bagi perkembangan semua aspek seperti ekonomi, sosial, dan budaya.

Dampak perkembangan Revolusi Industri dalam bidang ekonomi akan lebih mudah memproduksi suatu kebutuhan barang. Produksi barang pun semakin efisien dengan penggunaan mesin berat. Tenaga kerja manusia dalam hal keterampilan tangan sudah tidak lagi dibutuhkan, kecuali tenaga kerja manusia hanya sebagai operator mesin-mesin saja.

Dampak positif Revolusi Industri dalam hal transportasi pun terasa. Penggunaan tenaga mesin pada sarana transportasi lebih memudahkan orang-orang dalam melakukan perjalanan atau pekerjaan. Tak lagi menggunakan hewan (sapi, keledai, kerbau) sebagai sarana kendaraan untuk pergi ke suatu tempat.

 

Dampak Negatif Revolusi Industri

Revolusi Industri identik dengan perkembangan mesin dalam pemenuhan kebutuhan manusia. Misalnya, diciptakannya mesin-mesin modern untuk keperluan rumah tangga, seperti mesin cuci, kulkas, dan lainnya.

Tak hanya dampak positif yang bisa dirasakan, tetapi Revolusi Industri pun memberikan dampak negatif. Banyak petani yang kehilangan mata pencaharian karena semua produksi telah dilakukan oleh pabrik-pabrik besar di kota besar. Hal ini menyebabkan banyaknya pemilik lahan yang digarap untuk bercocok tanam akhirnya terpaksa menjual lahannya.

Dampak negatif lainnya karena semakin tingginya teknologi dan mesin-mesin yang semakin modern membuat tenaga kerja manusia tak lagi dibutuhkan. Para pemilik modal atau perusahaan lebih menyenangi pekerjaan dilakukan oleh mesin modern dibanding secara manual oleh tenaga kerja manusia. Hal ini menyebabkan tingginya tingkat pengangguran, kemiskinan, dan tidak kriminal yang semakin meningkat. Demikian beberapa dampak perkembangan Revolusi Industri.

Selanjutnya : Bagaimana Cara Menghitung Gelombang Transversal?
Sebelumnya: Pengobatan Bila Mata Terkena Zat Kimia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar