Dampak Polusi Akibat Pabrik Tekstil bagi Kelestarian Lingkungan


Dampak polusi akibat pabrik tekstil sama besarnya seperti dampak polusi yang diakibatkan oleh berbagai aktifitas industri lainnya bagi kelestarian alam kita. Berbagai isu lingkungan hidup tentu semakin marak diperbincangkan beberapa tahun belakangan ini, seiring dengan bertambah parahnya kerusakan alam yang ditimbulkan dari polusi yang dihasilkan dari aktifitas industri.

Aktifitas industriy atau pabrik menjadi salah satu aktifitas komersial manusia yang paling banyak menyumbang polutan (zat yang mengakibatkan polusi) bagi alam. Meski kini sudah dikembangkan berbagai upaya dalam pengolahan limbah pabrik, namun pada kenyataannya dengan mudah bisa kita temukan limbah pabrik yang mengotori dan mencemari sungai dan udara.

Salah satu jenis pabrik yang juga menyumbang tingginya angka pencemaran lingkungan adalah pabrik tekstil. Sesuai dengan namanya di pabrik ini diproduksi berbagai jenis kain untuk keperluan tekstil. Limbah yang dihasilkan dalam proses produksinya terdiri dari beragam jenisnya. Limbah dalam bentuk yang padat disebut sebagai limbah sampah, limbah dalam bentuk cair seperti air kotor sebagai hasil buangan kegiatan cuci kakus atau disebut sebagai black water , dan air sisa/ buangan dari aktifitas produksi yang disebut juga dengan grey water.

Tingkat kewaspadaan dari suatu limbah terhadap tingkat pencemaran lingkungnan sangatlah bergantung pada jenis limbah yang dihasilkan oleh pabrik dan karakteristik limbah itu sendiri. Limbah yang dihasilkan oleh suatu pabrik tekstil biasanya merupakan buangan dari berbagai proses yang dilakukan dalam pembuatan tekstil. Proses itu dimulai dari proses pengkanjian hingga proses penyempurnaan.

Ketika proses penyelesaiaan, akan dilakukan proses pewarnaan pada tekstil. Dalam proses inilah akan dihasilkan amoniak dalam kadar yang cukup tinggi yang bisa mencemari lingkungan terutama perairan jika proses pembuangannya tidak ditangani secara baik.

Apa yang semestinya dilakukan untuk mengolah limbah? Salah satu syarat dalam pembangunan pabrik yang berwawasan lingkungan adalah dengan mendirikan instalasi yang bekerja khusus untuk mengolah limbah pabrik terutama dalam bentuk cair agar layak untuk dialirkan ke sungai dan bisa digunakan lagi untuk berbagai keperluan. Limbah cair memang lebih banyak mendapatkan perhatian, karena dianggap memiliki dampak buruk yang lebih serius dibandingkan dengan limbah jenis lainnya.

Demikian informasi mengenai dampak polusi akibat pabrik tekstil, semoga bisa bermanfaat dan menumbuhkan kesadaran kita bersama untuk menjaga kelestarian alam.

Selanjutnya : Membuat Agar-Agar untuk Anak Usia 1 Tahun
Sebelumnya: Bordetella Pertussis, Bakteri pada Saluran Pernafasan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar