Dampak yang Dialami Manusia Akibat Tanah Longsor


Dampak yang dialami manusia akibat tanah longsor tentu merugikan. Tidak hanya kehilangan jiwa manusia saja, kerugian ekologi juga terjadi. Kejadian tanah longsor sering tidak terduga. Sulit diprediksi kapan terjadi. Walaupun tanda-tandanya sudah dapat dirasakan oleh penduduk sekitar.

Topografi yang memiliki kemiringan di atas 30 derajat berpotensi besar mengalami bencana ini, tergantung pada jenis tanah penyusunnya. Maka, dampak yang dialami manusia akibat tanah longsor menjadi lebih banyak karena tidak sempat diantisipasi sebelumnya.

Dampak Longsor

Tanah longsor biasanya terjadi bersamaan dengan turun hujan. Waktu kejadian yang sering meminta korban yakni sewaktu malam hari. Kondisi gelap dan waktu istirahat membuat orang tidak menyadari bahaya sedang mengancam jiwa mereka. Kejadian bencana longsor hanya terjadi dalam waktu singkat. Luas area yang terkena bencana menyapu horizontal ke segala arah mengikuti alur daratan yang lebih rendah.

Dampak yang dialami manusia akibat tanah longsor tidak hanya jiwa itu sendiri, material tanah yang menyapu segala arah akan menimbun area daratan yang terlalui. Rumah, kebun, sawah, jalan bisa tertimbun tanah bercampur air. Topografi keseluruhan berubah. Limpasan lumpur memliki kecepatan luncur yang tinggi. Apalagi limpasan tersebut meluncur di atas dataran yang berkemiringan besar.

Nilai kerugian yang terhitung berdasarkan sudut pandang ekonomi memakai perhitungan biaya sosial. Tentu kita tidak asing dengan berita kerugian bencana longsor mencapai milyaran rupiah. Nilai kerugian ini sudah mencakup material infratruktur yang hilang, biaya hidup korban yang terselamatkan, korban jiwa, nilai ekologis, mata pencharian yang hilang.

Dampak yang dialami manusia akibat tanah longsor terkait kehilangan mata pencaharian korban untuk sementara dibiayai oleh negara. Alokasi anggaran seperti ini sudah tersedia setiap saat.

Kepala daerah setempat bertanggung jawab dengan penyaluran anggaran taktis seperti ini. Apalagi korban bencana alam biasanya mendapat simpati dari berbagai kalangan. Baik secara personal maupun kolektif mereka sukarela mengumpulkan dana untuk membantu korban tanah longsor.

Pada bencana yang berskala besar, biasanya diterapkan penyaluran bantuan dengan sistem pintu terbuka. Sedangkan, pada bencana alam yang berskala kecil biasanya diberlakukan penyaluran bantuan dengan sistem satu pintu. Hal ini berdasarkan pertimbangan penyaluran bantuan bisa terkontrol dan terawasi oleh lembaga-lembaga yang ada.

Selanjutnya : Penyimpangan Sosial yang Sering Terjadi di Masyarakat
Sebelumnya: Makanan Bayi di Bawah 6 Bulan yang Tepat
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar