Dasar Klasifikasi Iklim Menurut W. Koppen


Anda tentu tahu apa itu iklim? Indonesia termasuk Negara yang memiliki iklim tropis dengan berbagai keanekaragaman floranya. Iklim ini sebenarnya dibagi menjaid beberapa jenis. Dalam artikel ini, penulis akan berbagi informasi tentang dasar klasifikasi iklim menurut W. Koppen. Namun, sebelumnya mari kita cari tahu dulu apa pengertian dari iklim ini?

Pengertian Iklim

Iklim merupakan keadaan cuaca rata-rata berdasarkan waktu yang cukup panjang pada suatu wilayah di bumi. Ilmu yang mempelajari tentang iklim disebut klimatologi. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi iklim di suatu tempat seperti topografi serta letak geografis tempat tersebut. Posisi matahari berpengaruh menyebabkan adanya musim, sebuah ciri yang membedakan iklim. Adanya perbedaan iklim dapat menghasilkan system klasifikasi iklim. Salah satunya adalah klasifikasi iklim menurut W. Koppen.

Dasar Klasifikasi Iklim Menurut W. Koppen

Tahun 1918 Dr. Wladimir Koppen seorang ahli klimatologi yang berasal dari Jerman mengklasifikasikan iklik berdasarkan suhu serta kelembaban udara. Kedua unsur ini emmang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan di bumi. Berdasarkan ketentuan tersebutr, Koppen kemudian membagi iklim menjadi %. Masing-masing ditandai dengan symbol A, B, C, D, dan E. berikut klasifikasinya.

  • Iklim A yaitu iklim tropis dengan ciri-ciri : suhu rata-rata perbulan di atas 18°C dengan suhu rata-rata pertahun 20°C-25°C, curah hujan di atas 70 cm pertahun, dan memiliki keanekaragaman tumbuhan. Iklim tropis ini dibagi menjadi empat macam iklim yaitu Af (Iklim panas hujan tropis), As (Iklim savana dengan musim panas kering), Aw (Iklim savana dengan musim dingin kering), dan Am (Iklim antaranya, musim kering hanya sebentar).
  • Iklim B yaitu iklim kering atau gurun tropis. Ciri-cirinya antara lain berada di daerah gurun, memiliki curah hujan kurang dari 25,4 pertahun serta memiliki penguapan yang cukup besar. Iklim kering dibagi menjadi dua yaitu iklim steppa dan iklim gurun.
  • Iklim C yaitu iklim sedang. Ciri-cirinya antara lain memiliki suhu rata0rata paling dingin 18°C hingga -3°C. Iklim sedang dibagi menjadi Cs (Iklim sedang (laut) dengan musim panas yang kering atau iklim lembab agak panas kering), Cw (Iklim sedang (laut) dengan musim dingin yang kering atau iklim lembab dan sejuk), Cf (Iklim sedang (darat) dengan hujan pada semua bulan).
  • Iklim D yaitu iklim microthermal atau iklim salju. Ciri-cirinya antara lain suhu rata-rata per bulan yang paling panas di atas 10°C dan yang paling dingin di bawah – 3°C. Iklim ini dibagi menjadi dua yaitu Dw (Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang kering) dan Df (Iklim sedang (darat) dengan musim dingin yang lembab).
  • Iklim E yaitu iklim kutub. Ciri-cirinya antara lain suhu selalu berada di bawah 10°C dan suhu rata-rata perbulan paling dingin di bawah – 3°C. Iklim ini dibagi menjadi dua yaitu ET (Iklim tundra, temperatur bulan terpanas antara 0° sampai 10°C dan Ef (Iklim salju , iklim dimana terdapat es abadi).

Demikianlah informasi tentang Dasar Klasifikasi Iklim Menurut W. Koppen. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Inilah Primbon Haid Menurut Jam
Sebelumnya: Gejala dan Jenis-jenis Penyakit Kanker Tulang
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar