Mengetahui Jumlah Kecelakaan Lalu Lintas dengan Data Statistik Lalu Lintas


Data statistik lalu lintas biasa digunakan untuk mengetahui kondisi nyata di lapangan berisikan berbagai data seperti data jalan, jalur perhubungan, angka kecelakaan, kondisi infrastruktur dan lain sebagainya. Data statistika disusun secara berkala yaitu setiap setahun sekali. Dengan penyusunan data statistika masyarakat bisa mengetahui perkembangan yang terjadi pada dunia transportasi tanah air.

Data statistika ini disusun dalam bentuk grafik atau tabular sehingga akan dengan mudah membandingkan kondisi pada masing-masing periodenya. Terdapat banyak manfaat yang bisa didapatkan dengan dibuatnya data statistik ini, diantaranya sebagai berikut :

1.  Data ini penting untuk membantu pemerintah dan pihak terkait menentukan skala prioritas dalam agenda pembangunan sarana transportasi.

2.  Data ini digunakan untuk mengetahui jumlah sarana dan prasarana transportasi yang ada, sehingga bisa ditentukan apakah perlu atau tidaknya penambahan.

3.  Data ini tentu untuk mengetahui gambaran secara stastistik kondisi transportasi

4.  Data ini bisa menjadi peringatan dalam rangka selalu  meningkatkan upaya pengelolaan dan pemeliharaan sarana transportasi yang ada demi keselaman lalu lintas.

Data statistika ini disusun berdasarkan dua data utama, yakni data primer dan data sekunder.

1.  Data primer adalah data yang diambil dari sumber pertama yang didapatkan melalui observasi langsung, wawancara atau survey tertulis. Data lalu lintas yang merupakan data primer adalah data arus lalu lintas, data kecepatan lalu lintas, data kualitas udara  lingkungan dan sebagainya.

2.  Data sekunder adalah data yang didapatkan dari  sumber data yang sudah tersedia. Misalnya data jumah penduduk, data infrastruktur jalan, data kecelakaan lalu lintas, dan sebagainya.

Lantas, bagaimana dengan data lalu lintas yang ada di Indonesia ? Pada tahun 2012 , data statistik menunjukkan adanya penurunan angka kejadian kecelakaan lalu lintas yakni 7817 kasus yang lebih rendah dibandingkan pada tahun 2011 yang mencapai 8144 kasus. Jumlah korban meninggal dunia pun mengalami penurunan menjadi 901 orang, jumlah korban luka 5974 orang. Sebagian besar insiden kecelakaan dialami oleh pengendara roda dua. Penurunan angka kecelakaan ini menjadi salah satu indikator keberhasilan dari upaya mengkampanyekan “Safety Riding” atau aman dalam berkendara.

Informasi mengenai data statistik lalu lintas ini semoga bermanfaat dan semakin menumbuhkan kesadaran untuk berkendara dengan aman dan nyaman.

Selanjutnya : Tanda-tanda Ginjal Rusak
Sebelumnya: Berita Gempa Hari ini di Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar