Datang Bulan di Saat Hamil Bukan Pertanda Menstruasi

Ada sebagian wanita yang merasa mendapat haid atau datang bulan di saat hamil padahal yang sebenarnya terjadi, peristiwa ini bukan merupakan menstruasi. Mungkin saja darah yang keluar memiliki bentuk dan warna yang sama dengan darah menstruasi. Namun dapat dipastikan, bukan merupakan darah haid. Sebab setelah hamil, tidak mungkin seorang perempuan akan mengalami datang bulan.

Setelah hamil, tidak mungkin seorang perempuan akan mengalami datang bulan. Sehingga dapat diambil kesimpulan, menstruasi dan kehamilan tidak dapat terjadi pada waktu yang bersamaan. Karena selama menjalani kehamilan, hormon yang menyebabkan ovulasi ditubuh wanita segera menghentikan kegiatannya. Padahal tanpa adanya proses ovulasi, menstruasi tidak bisa terjadi.

Apabila dari tubuh tetap keluar darah juga, maka artinya adalah terjadi sebuah peristiwa yang menjadikan lapisan pada dinding rahim mengalami peluruhan dan bukan datang bulan di saat hamil. Tapi pendarahan yang seringkali disangka sebagai darah haid ini sebenarnya merupakan hal yang wajar meski harus diwaspadai.

Jika pendarahannya tidak terlalu banyak dan segera ditangani, kemungkinan janinnya masih bisa diselamatkan. Tapi apabila berlangsung terus menerus serta tidak tidak ditangani dengan cepat, maka tidak ada pilihan lain kecuali harus digugurkan.

Faktor Penyebab Pendarahan

Munculnya darah yang disangka sebagai proses menstruasi ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Misalnya karena implantasi embrio. Setelah ada proses pembuahan, dua hingga lima hari berikutnya sel telur atau embrio akan melekatkan diri atau mengimplantasi di dinding rahim.

Peristiwa ini adakalanya menyebabkan pendarahan dan sekitar 1/3 perempuan selalu mengalami hal tersebut. Pendarahan ini berlangsung sekitar lima hingga sepuluh hari setelah terjadi proses pembuahan.
Penyebab lainnya adalah kehamilan ektopik, yaitu implantasi yang terjadi di luar kandungan dan biasanya berlangsung di tuba falopi.

Ketika janin mulai tumbuh tuba falopi jadi pecah kemudian terjadi pendarahan. Kehamilan ini memiliki resiko yang sangat membahayakan karena membuat janin tidak bisa mendapat pasokan makanan. Akibatnya janin mati atau keguguran.

Penggunaan alat kontrasepsi KB yaitu dalam bentuk pil juga sering mengakibatkan pendarahan meskipun prosentasenya tergolong kecil. Ada beberapa jenis pil KB yang membuat bekuan darah bisa terjadi serta menyebabkan pendarahan itermiten. Pil KB memiliki kandungan progrestin dan estrogen, yaitu horman yang membuat darah menjadi beku.

Selain itu masih ada beberapa penyebab yang lain seperti dinding vagina yang robek, hubungan seks, trauma, infeksi dan sebagainya. Agar penyebabnya diketahui secara pasti, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter begitu mengalami hal tersebut dan jangan pernah menundanya.

Bahkan setelah pendarahan berhenti, pemeriksaan tetap harus dilakukan. Karena peristiwa yang dianggap sebagai proses datang bulan di saat hamil ini bisa menimbulkan resiko yang tidak saja membahayakan janin atau calon bayi, namun juga bagi perempuan yang sedang mengandung.

Loading...
Selanjutnya : Apa Manfaat Mempelajari Ilmu Kimia?
Sebelumnya: Berbagai Dasar Hukum Tentang Kedaulatan Negara
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar