Defenisi Paragraf dan Jenis-jenisnya


Gabungan beberapa kalimat dalam satu karangan adalah defenisi paragraf yang sering kita dengar atau kita baca dalam literature bahasa Indonesia. Paragraf sendiri terdiri atas empat jenis, di antaranya adalah:

•  Paragraf narasi. Paragraf narasi merupakan paragraf yang isinya menceritakan sesuatu yang bersifat fiktif atau rekaan dari buah pikir penulisnya. Untuk membuat suatu paragraf naratif dibutuhkan pemilihan tema, setting tempat dan waktu yang jelas, serta karakter dari penokohan. Contohnya seperti berikut:

Bram yang bertubuh gembul itu berkeringat dingin ketika ia harus melewati deretan nisan-demi nisan di sebuah hamparan lahan. Ia lupa bahwa hari ini malam Jumat. Dengar-dengar, kawasan pemakaman itu angker. Kendati ia belum pernah mengalami suatu hal yang ganjil di tempat itu sebelum-sebelumnya, ia tetap saja merinding ketika harus lewat di sana. Sepanjang perjalanan kakinya gemetar. Mulutnya berkomat-kamit merapal doa. Namun ketika seekor musang menyebrang jalanan, ia terlonjak kaget dan langsung lari terbirit-birit.

•  Paragraf eksposisi, merupakan paragraf yang isinya pemaparan terhadap suatu hal secara bertahap dan terperinci. Contohnya seperti berikut:

Untuk membuat telur dadar yang empuk seperti roti, dibutuhkan bahan-bahan tambahan seperti tepung beras. Kocok telur hingga mengembang lalu tambahkan tepung roti secukupnya hungga adonan mengental. Masak telur di atas wajan penggorengan dengan sedikit minyak dan api kecil. Tunggu sampai matang.

•   Paragraf deskriptif, merupakan paragraf yang isinya menggambarkan suatu benda atau tempat secara terperinci. Sehingga seolah-olah yang membaca merasakan langsung apa yang disampaikan dalam paragraf.

Contohnya:

Gaun yang digunakan Sulasni tampak unik dari gaun-gaun pada umumnya. Terbuat dari susunan keping-keping VCD dan jerami. Sedangkan untuk ikatannya sebagian besar menggunakan tali rafia. Untuk mengurangi rasa gatal akibat jerami, maka jerami tersebut di rendam dalam cairan antiseptik selama 24 jam. Meski gaun berukuran lebih dari tiga meter dan berbobot hampir 25 kilogram ini, ternyata tidak membuat Sulasni merasa menderita.

•    Paragraf persuasi, merupakan paragraf yang isinya ajakan atau himbauan.

Contohnya:

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang lebih mengutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi. Golongan seperti ini tidak akan takut bertindak atas nama kesejahteraan masyarakat. Jadi, pilihlah pemimpin yang seperti itu demi terwujudnya kemajuan bangsa. Demikian defenisi paragraf dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Perang Terakhir Tsunade Menjadi Hokage
Sebelumnya: Tip dan Cara Menulis Cerita Pengalaman
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar