Siklus Trombosit Demam Berdarah

Sebelum mengetahui tentang siklus trombosit demam berdarah, baiknya kita bahas dulu tentang demam berdarah dan penyebabnya.

Demam berdarah atau yang sering disingkat dengan DB adalah penyakit demam akut yang disebabkan serangan virus dengue yang masuk dalam peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Penyakit demam berdarah umumnya ditemukan pada daerah tropis dan subtropis di berbagai negara, dan jumlahnya akan meningkat pada musim hujan.

Gejala penyakit demam berdarah umumnya dimulai dengan gejala seperti flu,  misalnya demam tinggi, nyeri sendi, nyeri belakang mata, nyeri otot, sakit kepala, dan ruam.

Demam berdarah dengue yang biasanya ditandai adanya demam tinggi, yang kadang diikuti dengan adanya pembesaran hati, kejang dan komplikasi lain.

Semua gejala tersebut biasanya akan mereda, namun pada sebagian kasus yang berat, kondisi pasien justru memburuk setelah demam, yakni adanya kegagalan sirkulasi dan pasien bisa shock dan meninggal dalam waktu 12 hingga 24 jam.

Hal yang perlu diperhatikan pada penderita demam berdarah adalah jumlah trombositnya. Trombosit adalah komponen dalam darah yang bertanggung jawab pada proses pembekuan darah.

Bentuk trombosit adalah tidak teratur, tidak berwarna, memiliki ukuran lebih kecil dari sel darah merah dan sel darah putih, tidak berinti, mudah pecah apabila tersentuh benda kasar.

Mengapa trombosit penderita DB turun? Sifat dinding pembuluh darah pada penderita DB lebih mudah ditembus plasma darah yang mengakibatkan plasma masuk dalam jaringan berongga yang mengakibatkan rasa tidak nyaman di perut.

Akibat perembesan plasma secara tidak normal tersebut menyebabkan kekentalan darah meningkat, dan membuat pasien mengalami shock apabila tidak ditangani dengan cairan elektrolit.

Akibat lain dari perembesan darah tersebut adalah penurunan jumlah trombosit dalam darah. Biasanya penurunan trombosit terjadi pada hari keempat hingga kelima, setelah munculnya gejala DBD yang terjadi selama 2 hingga 3 hari. Jika jumlah trombosit terus menurun, maka resiko perdarahan akan sulit dihindari.

Jumlah trombosit yang kurang dari 60.000, dapat berisiko terjadinya perdarahan, sedangkan trombosit durang dari 20.000 dapat mengakibatkan  perdarahan tiba-tiba. Jika lebih rendah dari 5.000, maka risiko akan lebih tinggi, yakni perdarahan otak.

Menurunnya jumlah trombosit pasien masih bisa diselamatkan dengan konsumsi cairan dalam jumlah cukup. Jumlah tombosit akan normal kembali dengan cepat setelah pasien melewati masa kritis dan masuk tahap penyembuhan.

Selanjutnya : Jenis-jenis Lambang Huruf Romawi
Sebelumnya: Contoh Free Software yang Mumpuni
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

loading