Perhitungan Denda Keterlambatan Pajak Mobil

Saat ini banyak keluarga yang memiliki mobil pribadi sebagai alat transportasi. Bahkan di kota-kota besar, mobil sudah menjadi barang yang penting. Mobil sangat berguna bagi mereka yang tidak suka terpapar sinar matahari yang panas. Mobil juga lebih memudahkan pengguna karena dapat mengangkut penumpang lebih banyak daripada bepergian menggunakan sepeda motor. Dengan menggunakan mobil, akan terhindar dari hujan dan debu yang beterbangan di jalan raya.

Aturan dalam Membayar Pajak Kendaraan Bermotor

Loading...

Untuk melancarkan program pembangunan, terutama pada fasilitas umum seperti jalan raya pemerintah telah menetapkan aturan pajak mobil. Pajak mobil jumlahnya tentu lebih besar daripada pajak kendaraan sepeda motor. Pajak untuk mobil disebut dengan Pajak Kendaraan Bermotor. D Jkarta sendiri, pajak kendaraan bermotor diatur dalam pasal 22 ayat 4.

Menghitung Jumlah Denda

Apabila terlambat membayar pajak, denda yang dikeluarkan untuk kendaraan mobil terbilang cukup besar. Nominal pajak juga tergantung dari merek mobil yang dipakai. Jumlah pajak yang dibayarkan sebenarnya telah tertera di Surat Tanda Nomor Kendaraan bermotor(STNK). Dengan begitu perhitungan denda keterlambatan pajak mobil dapat diperkirakan sendiri.

Saat menghitung denda pajak mobil , parameter yang digunakan adalah jumlah Pajak Kendaraan Bermotor(PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu lintas jalan(SWDKLLJ). Jumlah PKB dihitung 1,5% dari harga jual. Harga ini semakin tahun akan semakin menurun karena penurunan harga mobil. Denda SWDKLLJ pada mobil sebesar seratus ribu rupiah.

Secara teori, perhitungan denda keterlambatan pajak mobil adalah jumlah denda PKB ditambah dengan jumlah denda SWDKLLJ. Denda PKB diperoleh dari nominal PKB yang tertera di STNK dikali 25%. Besarnya denda yang harus dibayar juga tergantung dari berapa lama keterlambatan membayar pajak dari tanggal jatuh tempo.

Contoh Soal

Misalnya, Tria memiliki sebuah mobil. Namun ia terlambat membayar pajak selama tiga bulan. Pada SNTK mobilnya tertera PKB Rp. 500.000,00 dan SWDKLJJ sebesar Rp. 45.000,00. Maka denda dan jumlah yang harus dibayarkan adalah:

(PKBx25%x jumlah bulan keterlambatan/12)+(Denda SWDKLJJ mobil)= (Rp. 500.000,00×25%x3/12)+(Rp. 100.000,00)= Rp. 131.250,00. Maka, Tria sebagai pemilik mobil akan dikenai denda sebesar Rp. 131.250,00. Sedangkan jumlah yang harus dibayarkan hanya tinggal menambahkan dari PKB yang tertera di STNK, jumlah SWDKLJJ dan jumlah denda. Sehingga jumlah yang harus dibayarkan adalah Rp. 500.000,00+Rp. 45.000,00+Rp. 131.250,00= Rp. 676.250,00.

Gambaran contoh soal di atas dapat digunakan sebagai perhitungan Denda keterlambatan pajak mobil. Besarnya jumlah yang harus dibayarkan akan lebih banyak lagi jika terus menunda pembayaran pajak. Untuk itu lebih baik membayar pajak tepat waktu agar tidak dikenakan denda lebih besar.

Loading...
Selanjutnya : Objek Wisata Lombok Sentanu yang Menakjubkan
Sebelumnya: Cara Menawarkan Suatu Produk
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar