Deskripsi tentang Tatah Sungging pada Tokoh Wayang


Deskripsi tentang tatah sungging pada tokoh wayang ternyata sebagai kesenian. Wayang sudah ada di Indonesia sejak masa dahulu, masa kesunan para wali-wali. Konon katanya wayang salah satu metode penyebaran ajaran Islam yang dilakukan oleh para wali. Masyarakat yang keras kepala dengan pengetahuan mereka dan sulit untuk didekati secara terang-terangan, maka masa kasunanan ini akhirnya dibuatlah sebuah pertunjukan wayang.

Pertunjukan Wayang

Warga setempat nampaknya senang dengan pertunjukan wayang, dan diteruskanlah dakwah islam dengan cara ini. Karena pada masa itu mayoritas adalah orang-orang Hindu Budha maka tidak heran jika didalam pertunjukan wayang sering banyak ditemui berbau hal hal yang Budha atau Hindu. Meskipun demikian, cerita pada pertunjukan wayang ini memberikan sebuah simbol ajaran Islam didalamnya.

Lalu apa dengan tatah sungging itu? Tatah sungging adalah alat yang digunakan untuk mentatah. Pembuatan wayang kulit juga memerlukan apa itu yang disebut dengan tatah. Sebenarnya ada banyak jenis tatah yanga ada saat ini, sekitar ada lima jenis tatah. Setiap tatahnya memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Perkembangan wayang diera globalisasi lebih sedikit dibandingkan pada masa dahulu. Meskipun demikian masih cukup banyak orang ang masih peduli dan masih cinta dengan pewayangan. I

tupun kebanyakan dari mereka adalah orang-orang lama yang masih cinta dengan pertunjukan wayang satu ini. Kaum muda zaman sekarang pecinta wayang hampir sulit untuk didapatkan, meskipun ada mereka sebagai kaum minoritas.

Wayang dihargai dan diakui hingga internasional. Sedangkan di negaranya sendiri hanya sedikit orang yang tahu dan menghidupkan peninggalan nenek-nenek kita. Bahkan sekolah-sekolah diluar negeri ada sekolah khusus pewayangan dan seperangkatnya, mulai dari dalang, mengiring gamelan, penyanyi atau pengiring dan lain sebagainya.

Legendarisnya pewayangan di tanah Jawa, sehingga ada tokoh-tokoh wayang digunakan sebagai gambaran pendefinisian watak seseorang.  Tidak hanya itu, peninggalan wayang ini juga banyak loh museum-musiumnya. Misalnya di Yogyakarta ada musim Kekayon namanya, yang berada di jalan wonosari km 06. Di dalamnya lengkap.

Inilah diskripsi tentang tatah sungging pada tokoh wayang dari tahun ke tahun. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Selanjutnya : Seputar Serat Kain Sintetis
Sebelumnya: Meneliti Kawasan Jakarta untuk Mengatasi Banjir
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar