Di Balik Cerita Siapa yang Membunuh John Lennon


Kontroversi tentang kenapa John Lennon  dibunuh masih ramai dibicarakan sampai sekarang. Pemimpin, penyanyi, sekaligus musikus The Beatles itu terkapar tepat di depan apartemennya. Dengan empat luka tembak di tubuhnya, akhirnya John Lennon sang legendaris itu meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat. Siapa yang membunuh John Lennon?

Pada hari kelabu itu, seorang penggemarnya meminta tanda tangan pada kopian album terbarunya, “Double Fantasi”. Seorang fotografer sempat mengabadikan momen itu. Mark David Chapman, si fans gila itu menunggu sampai Lennon dan istrinya kembali. Ketika Lennon hendak membuka pintu, ia memanggil dan menembakinya berkali-kali. Ambruklah pria berusia 40 tahun itu di hadapan istri keduanya, Yoko Ono.

Sang pembunuh sendiri tidak melarikan diri. Ia malah duduk dan asyik membaca buku The Catcher in the Rye. Rupanya tokoh utama dalam novel itu yang bernama Holden Caulfield telah menginspirasinya. Ia merasa tokoh itu adalah dirinya. Polisi pun segera dapat menemukan dan membawanya. Ia dijatuhi hukuman 20 tahun perjara.

Motifnya sendiri sulit dipahami. Kemungkinan besar karena rasa iri. Di mana ia merasa banyak mempunyai persamaan dengan John Winston Lennon. Sama-sama suka musik, benda-benda seni juga obat bius dan ganja. Ia memasang banyak poster Lennon di rumahnya. Ia pun berusaha menyamai Lennon dengan menikahi wanita Jepang. Sayang, perkawinannya gagal. Chapman pun saat itu hidupnya terpuruk. Ia hanya bekerja sebagai petugas keamanan dengan gaji yang minim.

Tetapi, pria ini lantas berubah menjadi fanatik fundamentalis terhadap agamanya. Dan, dia cukup marah mendengar pernyataan Lennon bahwa Beatles lebih popular dari Yesus. Hal itu diperparah saat melihat apartemen Lennon yang sangat mewah. Ia pun berpikir ingin juga menjadi terkenal. Caranya? Ya, dengan membunuh Lennon. Maka terjadilah banjir darah itu disaksikan Yoko Ono dari limousinnya.

Sampai saat ini, sudah 7 kali ia meminta pembebasan dirinya. Tapi pengadilan tak pernah mengizinkannya. Chapman pun pernah menulis surat permintaan maaf kepada Yoko Ono namun wanita Jepang itu tak pernah menggubrisnya. Bahkan, Yoko Ono memberikan pernyataan pada pengadilan bahwa ia dan anaknya merasa bersedih dan kehilangan setiap harinya.

Ia keberatan Chapman dibebaskan karena dapat mengilhami orang lain untuk bertindak serupa. Dan, pengadilan mengabulkannya. Jadi, siapa yang membunuh John Lennon? Di balik cerita itu ada nama Mark David Chapman. Ia harus mempertanggungjawabkannya.

Selanjutnya : Benih Brokoli yang Biasa Dijual
Sebelumnya: Mengenali Fungsi Kayu Alba atau Sengon
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar