Meruntuhkan Image Didikan Indonesia Kaku

Bagaimana cara meruntuhkan image didikan Indonesia kaku? Tujuan pendidikan adalah mendidik manusia handal, mengembangkan seluruh potensi peserta didik agar berkembang dan memiliki kepribadian yang utuh, memiliki integritas dan berkualitas. Namun, jika kita cermati banyak terjadi pengangguran intelek. Para sarjana lulusan Perguruan Tinggi yang selama masa studi mereka menghabiskan banyak biaya, ternyata sulit mendapatkan pekerjaan.

Tidak sedikit yang berhasil mendapatkan pekerjaan, tetapi tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Ada yang salah dengan pendidikan di Indonesia? Benarkah didikan Indonesia kaku, sehingga outputnya tidak sesuai yang diharapkan?

Sistem Pembelajaran

Dibandingkan dengan negara-negara maju, sistem pendidikan di Indonesia memang kalah. Bahkan kalah jauh jika dibandingkan dengan negara Singapura dan Finlandia. Kedua negara ini memiliki sistem pendidikan yang tergolong maju.

Sesungguhnya jika dicermati dari ritme belajar di Indonesia lebih ketat, sehingga siswa menjadi lebih tangguh. Sebagai contoh, ritme pembelajaran yang diterapkan di sebuah pondok pesantren. Siswa bangun pukul 03.30 langsung melakukan kegiatan pribadi, sholat berjamaah, makan pagi, belajar di kelas, makan siang, dan full aktivitas yang lain, baru berakhir pukul 22.00. Demikian berlangsung setiap harinya.

Sementara seorang anak menceritakan pengalamannya sekolah di Amerika, sekolah sungguh menyenangkan. Belajar tidak harus selalu di dalam kelas, bervariasi di kelas, di alam bebas, di laboratorium, dengan berbagai metode yang menarik.

Sistem pembelajaran di Indonesia masih kaku, belum membuat siswa menikmati dan senang untuk belajar. Belum dikembangkan secara optimal metode pembelajaran yang mendorong siswa menjadi kreatif, inovatif, dan berkembang imajinasinya. Ilmu yang sangat perlu diajarkan adalah ilmu logika karena dengan ilmu itu orang mampu berpikir kritis.

Membangun Pendidikan di Indonesia

Untuk membangun pendidikan di Indonesia yang berkualitas dan unggul, ada dua hal yang patut diperhatikan, yaitu:

1. Pendidikan Harus Bersih.

Artinya, bersih dakam berpikir, dalam berkata, maupun dalam bertindak. Guru yang berpikir bersih sebelum berkata maupun bertindak. Tidak ada anak yang bodoh, jadi jangan pernah mengatakan “bodoh” kepada mereka, jangan pernah membentak atau menggunakan kata-kata kasar kepada siswa. Kembangkan hati mereka dengan kata-kata motivasi, nyalakan semangat mereka untuk giat belajar dan kreatif. Jika anak berbuat salah, lakukan pendekatan dengan penuh kasih. Pemerintah juga harus bersih dalam memikirkan penyelenggaraan pendidikan, dalam menyalurkan bantuan pendidikan, bebas dari unsur korupsi.

2. Membangun Karakter Siswa.

Untuk dapat melahirkan lulusan yang handal, pendidikan harus diarahkan untuk memahami karakter siswa dan membentuk siswa agar memiliki karakter yang kuat. Guru juga harus kuat karakternya. Hakekat seorang guru adalah sebagai pendidik, sebagai pengajar, sebagai pembimbing, dan pemberi inspirasi para siswanya.

Ciptakan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, komunikatif, dan menyenangkan. Guru hendaknya membimbing siswa dengan penuh kasih sayang, tanpa membeda-bedakan. Dapat menjalin komunikasi yang baik dengan para siswanya. Untuk membangun karakter yang kuat perlu ada pembiasaan saling berbagi, rendah hati, menanamkan nilai moral yang baik, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman.

Demikian ide untuk merevisi agar mengubah didikan Indonesia kaku menjadi didikan yang lentur dan berkarakter. Semoga uraian tersebut bermanfaat.

Selanjutnya : Peristiwa Alam Di Indonesia
Sebelumnya: Makna Shalat Bagi Kehidupan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...