Diet Golongan Darah O Positif


Menentukan golongan darah seseorang ditentukan dari kandungan antigen yang ada di dalam darahnya, tepatnya di dalam plasma darah. Untuk golongan darah O dikatakan bahwa golongan darah ini tidak mengandung antigen A ataupun antigen B, namun mengandung antibodi yaitu anti-A dan juga Anti-B.

Golongan darah O positif adalah darah yang mengandung antigen rhesus. Bagi siapa saja yang memiliki golongan darah O, maka patutlah untuk mengetahui diet golongan darah O positif.

Diet bagi pemilik golongan darah O ini adalah pemilihan jenis makanan yang cocok, dan juga jenis makanan apa saja yang sebaiknya tidak dikonsumsi oleh mereka, sebabhal tersebut akan memberikan beberapa efek bagi kesehatan tubuhnya.

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya dikonsumsi oleh para pemilik golongan darah O positif :

1.  Makanan Laut dan Daging

Makanan jenis ini mengandung banyak protein hewani yang lebih mudah untuk mengalami proses pencernaan di dalam tubuh. Pengkonsumsian jenis ini dapat dilakukan dengan skala atau porsi yang lebih besar, sebab keduanya adalah sumber makanan yang rendah akan karbohidrat namun kaya akan protein. Jenis makanan laut ini adalah jenis ikan seperti ikan tenggiri, ikan cod, dan ikan herring. Sedangkan daging yang dimaksudkan adalah daging sapi atau daging kambing.

2.  Minyak Biji Rami dan Minyak Zaitun

Minyak ini memang cocok untuk pemilik golongan darah O positif . sedangkan untuk minyak kacang dan minyak safflower sebaiknya tidak banyak dikonsumsi.

3.  Sayur dan Buah

Jenis sayur dan buah memang bagus untuk dikonsumsi karena mengandung banyak vitamin dan mineral, sebut saja brokoli, bawang putih, kentang, dan nanas. Semuanya adalah jenis sayuran dan buah yang tepat untuk dikonsumsi oleh pemilik golongan darah O positif.

Selain jenis makanan yang dapat dikonsumsi, ada pula jenis makanan yang sebaiknya dihindari misalnya adalah kacang polong, kacang mete, dan juga jenis minuman seperti kopi, teh, dan bir. Itulah penjelasan mengenai diet golongan darah O positif.

Selanjutnya : Mengenali ISK
Sebelumnya: Pengertian Pemberi Modal
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar