Perbandingan Digital Sablon Vs Manual Sablon

Artikel kali ini akan membahas mengenai perbandingan antara pembuatan baju menggunakan digital sablon vs manual sablon. Istilah sablon tentu bukan barang asing lagi dan sudah dikenal luas oleh masyarakat. Sablon digunakan untuk pembuatan banyak produk, seperti pakaian, spanduk, banner, dan lain sebagainya.

Sablon adalah cara pencetakan gambar pada media dengan menggunakan tinta atau cat. Dalam setiap pembuatan barang terdapat dua cara utama yaitu menggunakan mesin (digital) atau menggunakan tenaga manusia (manual).

Begitupun dalam pembuatan produk menggunakan sablon terdapat dua cara yang paling banyak digunakan, yaitu melalui digital dengan menggunakan teknologi mesin ataupun manual dengan mengandalkan lebih banyak porsi tenaga manusia. Kedua jenis sablon ini memiliki pangsa pasarnya sendiri karena keunggulan dan kekurangannya yang berbeda-beda.

Perbedaan Digital Sablon Vs Manual Sablon

Baik digital sablon ataupun manual sablon memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Digital sablon sebetulnya tidak sepenuhnya menggunakan tenaga mesin karena pada prakteknya juga masih banyak membutuhkan tenaga manusia dalam proses pengerjaannya.

Begitupun dengan manual sablon yang juga tidak sepenuhnya bekerja dengan mengandalkan tenaga manusia karena masih membutuhkan beberapa alat dan mesin dalam pembuatannya. Berikut ini beberapa hal yang membedakan keduanya dilihat dari kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

1. Digital Sablon

• Keunggulan

Karena dicetak menggunakan mesin pencetak, Anda bisa mendapatkan hasil gambar dengan warna yang lebih kaya, berbagai efek warna bisa ditambahkan sesuai desain pada mesin pencetak. Selain itu, kemungkinan terjadinya kesalahan cetak pun sangat kecil. Digital sablon pun mudah dilakukan dan praktis karena hanya berbekal alat-alat yang sederhana, seperti printer, heat press, dan kertas transfer.

• Kekurangan
Meskipun ada sejumlah keunggulan, digital sablon pun memiliki kekurangan seperti daya tahan dan daya rekatnya sangat kurang, sehingga hasil sablon biasanya akan memudar dalam waktu singkat. Variasi dalam hasil sablon pun sedikit karena mengandalkan pemindahan gambar saja.

2. Manual Sablon

• Keunggulan

Dari segi kualitas hasil sablon menggunakan teknik manual memang masih lebih baik dibandingkan digital karena Anda bisa menambahkan lebih banyak variasi di atasnya. Daya tahan serta daya rekatnya pun bertahan lebih lama, serta bisa diaplikasikan pada berbagai macam jenis kaos.

• Kekurangan

Karena sebagian besar dibuat menggunakan tenaga manusia, maka kemungkinan terjadinya kesalahan karena human error sangatlah tinggi. Pembuatannya pun lebih rumit dan membutuhkan waktu penyelesaian yang lebih lama.

Pilih Digital Sablon atau Manual Sablon?

Saat Anda memutuskan apakah akan mencetak menggunakan digital sablon atau manual sablon, beberapa hal berikut perlu Anda pertimbangkan dengan baik.

1. Jumlah order. Manual sablon biasanya hanya melayani pemesanan dalam jumlah banyak grosir/ partai, sedangkan untuk pemesanan satuan Anda bisa memilih cetak dengan menggunakan digital sablon.

2. Lama pengerjaan. Digital sablon lebih cepat diselesaikan dibandingkan manual sablon.

3. Desain. Jika Anda ingin mempunyai desain produk secara eksklusif, maka sebaiknya pilih pencetakan menggunakan digital sablon yang melayani pembuatan satuan. Meskipun ada juga beberapa produsen manual sablon yang melakukan pengerjaan serupa.

4. Kualitas. Manual sablon memang mempunyai kualitas yang lebih baik dibandingkan digital sablon.

Demikian sekilas perbandingan antara digital sablon vs manual sablon. Semoga bisa membantu Anda dalam pemilihan metode pencetakan mana yang paling tepat bagi produk atau barang Anda.

Selanjutnya : Cara Bermain Tinju
Sebelumnya: Daftar Menu Makanan untuk Diabetes
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...