Cara Menjadi Dokter Muda Spesialis


Dokter spesialis muda merupakan salah satu profesi yang banyak diminati oleh hampir semua orang. Bahkan, dokter spesialis menjadi salah satu cita-cita yang banyak dipilih oleh anak-anak ketika masih kecil.

Banyak alasan yang melatarbelakangi seseorang menginginkan profesi ini, seperti ingin membantu menyembuhkan penyakit orang lain, menyalurkan jiwa sosial, memiliki penghasilan yang besar, membahagiakan orangtua, dan lain sebagainya.

Namun, di balik berbagai alasan yang muncul ketika menginginkan profesi dokter tentu ada hal-hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh setiap calon dokter.

Untuk menjadi seorang dokter, calon dokter haruslah mengawali perjuangannya dengan berbagai tahapan. Tahapan-tahapan inilah yang menjadi satu-satunya cara menjadi dokter muda spesialis yang diinginkan.

Mengikuti Seleksi Masuk Fakultas Kedokteran

Pada dasarnya, seleksi masuk fakultas kedokteran tidak jauh berbeda dengan seleksi masuk pada fakultas lain. Perbedaan antara seleksi fakultas kedokteran dengan fakultas lainnya biasanya terletak pada passing grade dan biaya awal masuk fakultas.

Proses seleksi sendiri biasanya bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, seperti PBUD atau Penelururan Bibit Unggul Daerah, SNMPTN atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri, jalur khusus, dan lain sebagainya.

Biasanya melalui PBUD atau SNMPTN biaya yang dikeluarkan pada awal masuk seleksi bisa mencapai 10 sampai 20 juta rupiah, hal ini bergantung pada kebijakan Perguruan Tinggi terkait. Dan untuk jalur khusus, biasanya biaya yang dikenakan akan lebih mahal dari PBUD atau SNMPTN.

Mengikuti Kuliah Sarjana

Sistem perkuliahan kedokteran saat ini pada umumnya menggunakan sistem KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Saat mengikuti perkuliahan, biasanya calon dokter akan mengikuti kuliah pakar, tutorial, skill lab, praktikum, dan ujian.

Kuliah tutorial kedokteran sendiri merupakan sebuah metode belajar kelompok yang terdiri atas beberapa mahasiswa yang dibimbing oleh seorang tutor atau dosen.

Untuk skill lab sendiri merupakan metode pembelajaran yuang dilakukan dengan simulasi keterampilan medis secara umum. Sedangkan praktikum biasanya mempelajari keterampilan biomedis.

Setelah melalui proses selama masa perkuliahan, calon dokter yang telah mengikuti seleksi masuk dan kemudian menyelesaikan perkuliahan di perguruan tinggi, tahapan selanjutnya adalah mengikuti KOAS.

KOAS ini sama dengan praktik kerja lapangan yang dilakukan di rumah sakit yang telah berkoordinasi dengan pihak universitas. Setelah menyelesaikan KOAS, dokter yang sudah dinyatakan lulus, masih harus mengikuti ujian yang dinamakan UKDI (Ujian Kompetensi Dokter Indonesia) sebagai langkah untuk mengesahkan title dokternya (dr.).

Dan tahapan terakhir adalah internship yang merupakan program baru bagi dokter lulusan sistem KBK.

Selanjutnya : Menjaga Kebersihan Sekolah Tugas Semua Warga Sekolah
Sebelumnya: Cara Menulis Naskah Film
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar