Dongeng Rakyat Sasakala dalam Basa Sunda


Dongeng rakyat masih menjadi cerita yang menarik bagi beberapa orang, salah satunya adalah dongeng rakyat sasakala dalam bahasa Sunda tentang Sangkuriang dan Tangkuban Perahu. Kata sasakala adalah sebuah cerita yang telah dipengaruhi oleh kurun waktu tertentu. Biasanya cerita sasakala seperti ini dipengaruhi oleh cerita mitos yang beredar di daerah tertentu. Misalnya, di Yogyakarta ada cerita rakyat tentang Bandung Bondowoso, yang mendirikan sebuah Candi Prambanan.

Di Jawa barat ada cerita rakyat seperti mitos Tangkuban Perahu. Cerita ini sudah ada sejak zaman dahulu, disebut sebagai cerita rakyat karena cerita ini merakyat. Banyak versi cerita ini, cerita ini salah satu cerita tutur yang diturunkan oleh orang-orang dahulu. Karena cerita ini lewat lisan ke lisan dan diturunkan kepada anak cucunya wajar jika cerita rakyat semacam ini mengalami cerita yang berbeda-beda, namun intinya sama.

Cerita Mitos Tangkuban Perahu

Mitos di balik cerita Tangkuban Perahu ini konon berawal dari kisah cinta Dayang Sumbi dan Sangkuriang. Suatu hari, Dayang Sumbi memiliki putra yang tampan yang bernama Sangkuriang. Akhirnya, Dayang Sumbi terpisah oleh putra semata wayangnya. Setelah pencarian lama, akhirnya ditemukanlah mereka.

Saat itu, Sangkuriang tidak mengetahui bahwa Dayang Sumbi adalah ibu kandungan. Sangkuriang terlanjut mencintai Dayang Sumbi bukan sebagai ibu, tetapi seorang kekasih. Dayang Sumbi tidak habis fikir, dengan keras kepala putranya yang ingin menikahinya.

Akhirnya, Dayang Sumbi memberikan dua persyaratan yang harus dipenuhi oleh Sangkuriang, yaitu membuatkan bendungan dan dibuatkan sebuah perahu. Sangkuriang memenuhi permintaan Dayang Sumbi demi mendapatkan kasihnya. Sangkuriang membangun dengan cepat dibantu dengan lembut.

Dayang Sumbi galau, akhirnya ia memiliki sebuah ide brilian untuk menggagalkan pembuatan tersebut. Dayang Sumbi bersama warga sengaja membangunkan ayam jago menggunakan kain berwarna merah. Tentu saja ketika ayam berkokok menandakan bahwa pagi mulai menyingsing. Sangkuriang pun berhenti membangun karena merasa gagal dan ketika mengatahui bahwa itu hanya tipuan, marahlah Sangkuriang. Di tendanglah bendungan dan kapal tersebut, sehingga perahu tersebut tertelungkup.

Inilah sekilas tentang sasakala cerita rakyat yang ada di Jawa Barat. Anak-anak yang asli  Jawa Barat dongeng rakyat sasakala dalam bahasa Sunda lebih akrab bagi mereka. Cerita asli Sangkuriang ini sebenarnya menggunakan bahasa Sunda, namun banyak pula yang ditulis menggunakan bahasa Indonesia karena bahasa Sunda tidak banyak di ketahui orang secara umum.

Selanjutnya : Alat Periksa Denyut Jantung
Sebelumnya: Kandungan Sayur Kangkung
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar