Mengupas Praktik Dukun Susuk dan Pelet di Sumatera Utara

Apakah Anda bertempat tinggal di Sumatera Utara? Jika iya, maka keberadaan dukun susuk dan pelet di Sumatera Utara mungkin pernah Anda dengar atau ketahui. Bahkan, mungkin Anda salah satu orang yang meyakini keampuhan ilmu susuk dan pelet tersebut. Ilmu klenik yang bagi sebagian orang dijauhi, tapi sebagiannya lagi begitu akrab dalam hidup sehari-hari.

Keberadaan kedua ilmu ini (susuk dan pelet) memang kontroversial. Bagi yang mendukung, ilmu susuk dan pelet bukanlah sebuah pantangan untuk dilakukan. Sepanjang ilmu tersebut tidak merugikan atau menyakiti orang lain, maka sah-sah saja. Sebaliknya, bagi yang menentang praktik perdukunan ilmu susuk dan pelet karena dianggap melanggar nilai-nilai agama.

Pengertian Susuk dan Pelet

Susuk dapat diartikan sebagai suatu media gaib berbentuk benda terbuat dari emas atau berlian dan berfungsi menimbulkan daya tarik orang yang melihatnya. Benda-benda yang hendak dijadikan susuk ini kemudian ditanamkan pada bagian tubuh tertentu. Lazimnya adalah wajah, buah dada, pinggul, atau alat kelamin.

Memang, kebanyakan mereka yang menggunakan susuk adalah kaum perempuan. Tujuannya bermacam-macam, mulai dari memikat lawan jenis (laki-laki) hingga supaya karirnya lancar.

Bagi penggunanya, susuk dipercaya mampu membuat bagian-bagian tubuh yang dipasangi susuk terlihat menarik. Contoh, jika susuk dipasang pada wajah, maka wajah itu akan tampak memesona meskipun sebenarnya wajah orang tersebut biasa-biasa saja.

Susuk dari emas berukuran sangat kecil dan halus seperti jarum. Panjangnya sekitar 1-1,5 cm. Ketika dimasukkan ke kulit hanya sedikit menimbulkan luka dan nyaris tidak meninggalkan bekas. Adapun susuk dari berlian, bentuknya kurang lebih sama seperti susuk emas.

Hanya saja agak sulit dimasukkan dan menimbulkan luka yang berdarah atau membuat kulit selama beberapa waktu terlihat bengkak (meradang). Tapi dampak pemasangan susuk berlian sebanding dengan efeknya yang jauh lebih memikat orang lain daripada susuk dari emas.

Sedangkan ilmu pelet juga biasa dikenal sebagai ilmu pengasihan atau guna-guna. Yakni ilmu untuk memikat hati orang lain dan membuat orang tersebut menjadi tergila-gila kepadanya. Jadi, ketika seseorang dipelet/digunai-gunai, ia akan bersikap sangat menyintai orang yang memeletnya, bahkan sampai diluar nalar (cinta mati).

Sebagaimana susuk, pelet juga membutuhkan media berupa benda/media tertentu. Hanya bedanya, benda/media yang dipakai harus berhubungan dengan orang yang hendak dipelet. Contohnya, rambut, kuku, ludah, sisir, pakaian dalam, gelas bekas minumannya, atau benda apa saja yang pernah digunakannya.

Bijak Menyikapi

Kembali lagi pada pembahasan mengenai keberadaan dukun susuk dan pelet di Sumatera Utara, tulisan ini tidak bermaksud memihak atau menghakimi orang-orang yang mempraktikkan kedua ilmu tersebut. Termasuk juga memberikan informasi tempat tinggal atau alamat praktik dari dukun-dukun di Sumatera Utara yang memiliki ilmu susuk dan pelet.

Tulisan ini hanya berupaya memberikan kerangka konsep berpikir yang benar atau logis. Bahwa siapa saja yang mempercayai keampuhan ilmu susuk dan pelet, sejatinya hidup dalam kepalsuan. Apa yang ditawarkan oleh kedua ilmu tersebut tidak asli dan tak akan bertahan lama keampuhannya.

Apalagi bagi orang-orang yang mempraktikkan ilmu susuk dan pelet, sejatinya merupakan pribadi yang lemah (pecundang) dan tidak percaya diri. Jadi, segera buang jauh-jauh pemikiran untuk mencari keberadan dukun susuk dan pelet di Sumatera Utara, karena hal itu sama sekali tidak berguna.

Loading...
Selanjutnya : Lowongan TKI ke Australia
Sebelumnya: Bila Anak Bercita-cita Ingin Jadi Artis
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar