Mengetahui Efek Lapindo


Bermula dari proyek Lapindo Brantas Inc. yang ditunjuk oleh BP Gas untuk melaksanakan pengeboran minyak bumi dan gas. Perusahaan Kontraktor kerja sama ini, melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 Pada bulan Mei 2006 di Ronokenongo, Porong, Sidoarjo. Dari proses pengeboran ini menyebabkan bocornya gas hidrogen sulfida (H2S) berbentuk luapan asap warna putih yang berasal dari rekahan bagian tanah, menjulang tinggi  sampai 10 meter. Semburan gas ini diikuti keluarnya cairan lumpur di area ladang eksplorasi gas dan akhirnya meluap ke sekitar lahan warga.

Menurut Pasal  33 Undang-Undang No 22 Tahun 2001 tentang Gas Bumi dan Minyak Bumi menyatakan bahwa kegiatan usaha gas dan minyak bumi tidak bisa dilakukan dekat tempat tinggal, bangunan umum, dan wilayah pabrik. Sementara  lokasi pengeboran ini hanya berjarak 600 meter dari pemukiman warga.

Kerugian Efek Lapindo

Semburan lumpur lapindo akhirnya membentuk kubangan lumpur panas berbahaya. Luapan lumpur panas ini tidak bisa dihentikan dan semakin melebar.  Banyak sekali kerugian dari efek lapindo ini terutama untuk warga setempat.

Diantaranya:

•    Lebih dari 10 pabrik terpaksa harus tutup

•    Sekitar 90 hektar  persawahan dan tempat tinggal warga tergenang lumpur panas

•    Tambak dan jalanan khusunya jalan tol Surabaya-Gempol terpaksa ditutup.

•    Bebrapa warga mengalami infeksi saluran pernafasan, iritasi kulit dan gatal-gatal.

•    Menurut penelitian lumpur tersebut mengandung bahan karsinogenik, jika bahan ini menumpuk dalam tubuh akan menyebabkan kanker dan mengurangi kecerdasan

•    Dampak semburan lumpur panas ini juga mengakibatkan musnahnya peternakan, perikanan warga juga sekolah, perkantoran, tempat ibadah dan instansi lain sehingga kota ini menjadi kota mati yang digenangi lumpur panas.

•    Trauma dan dampak psikologis terhadap korban ketika menghadapi bencana ini, khususnya bagi anak-anak yang harus merasakan kehilangan tempat tinggal dan sekolah mereka hal tersebut tidak bisa diganti dengan materi.

Upaya Mengatasi Efek Lapindo

•    PT Lapindo melalui PT Minarak Lapindo Jaya mengeluarkan uang untuk mengganti tanah masyarakat dan memasang tanggul.

•    Membuat tanggul untuk membendung genangan lumpur

•    Membuat waduk dengan beton di area lahan seluas 342 hektar

•    Abu Rizal Bakrie berusaha melunasi sisa hutangnya, beliau tengah mempersiapkan dana Rp 800 miliar untuk korban lumpur dari peta terdampak.

Namun  sampai kini belum ada penyelesaian yang jelas bagi korban lapindo. Anak-anak masih banyak yang kehilangan sekolah mereka. Tepat tujuh tahun peristiwa  lumpur lapindo Anak-anak korban lumpur Lapindo, memberikan cinderamata patung SBY ke Presiden, patung yang terbuat dari lumpur sebagai untuk mengenang tragedi 29 Mei 2006. Efek lapindo  merupakan bencana bagi  masyarakat Sidoarjo.

Selanjutnya : Makan Jambu dengan Bijinya, Berbahayakah?
Sebelumnya: Mengetahui Gejala dan Penyebab Epilepsi Gangguan Syaraf
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar