Inilah Efek Miras dan Narkoba

Efek miras dan narkoba sangat mengerikan bagi tubuh manusia. Lagu Rhoma Irama yang bertajuk Mirasantika sempat menyinggung bahaya minuman keras dan narkotika. Sebenanrya,  bahaya yang ditimbulkannya lebih dahsyat dari lirik lagu tersebut.

Parahnya, sebagian besar masyarakat terutama generasi muda mengkonsumsi minuman keras dan narkoba hanya karena ikut-ikutan. Sementara sebagian lagi tidak memahami senyawa atau obat apa saja yang masuk dalam golongan narkoba atau obat-obatan terlarang. Mereka pun menganggapnya sebegai obat pereda sakit atau obat penenang hingga akhirnya membuat mereka kecanduan. Yang paling mengkhawatirkan, minuman keras dianggap sebagai bagian dari budaya.

Minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol. Minuman keras merupakan hasil fermentasi jenis tanaman serealia dan diperoleh melalui proses pendidihan, destilasi, kemudian pematangan melalui ruang penyimpanan. Jenis minuman keras antara lain bir, baik produksi pabrik internasional (seperti: Johny Walker, Guiness) maupun produksi lokal seperti Topi Miring, serta minuman keras tradisional, seperti: tuak, ciu, dan arak.

Sementara narkotika adalah jenis obat-obatan yang membuat penggunanya kehilangan kesadaran, berfantasi, lantas menimbulkan ketagihan. Pada awalnya, heroin dan morfin sebagai bagian dari obat-obatan psikotropika yang sangat bermanfaat di dunia medis sebagai obat anestesi.

Pada perkembangannya, para bandar narkoba menyalahgunakannya dan memperdagangkan secara luas sehingga menyebabkan ketergantungan bagi penggunanya. Selain heroin dan morfin, ekstasi, lexotan, ganja, dan putaw adalah jenis narkoba yang harus dihindari karena dapat mengancam jiwa para pemakainya.

Senyawa kimia yang terkandung dalam minuman keras dan narkoba membawa dampak negatif bagi tubuh manusia. Dua jenis barang haram tersebut akan mempengaruhi pikiran, perilaku, dan suasana hati sehingga si pengguna akan bertindak di luar kesadaran. Ketergantungan terhadap minuman keras dan narkoba juga dapat menyebabkan berbagai gangguan pada sistem organ tubuh.

Indikasi awalnya adalah mual, muntah, diare, nafsu makan menurun, dan lemas. Gangguan lebih serius ditunjukkan dengan berbagai penyakit, seperti tekanan darah meninggi, gangguan jantung, penyakit kelamin, eksim, hepatitis, sirosis hati, hingga kanker dan gangguan mental serta HIV-AIDS bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik.

Perasaan gembira, halusinasi, lupa akan rasa sakit dan kesedihan, dan merasa hebat hanyalah efek sementara yang ditimbulkan saat mengkonsumsi miras dan narkoba. Namun, dampak atau efek miras dan narkoba sesungguhnya hanyalah membawa kesengsaraan dan derita berkepanjangan. Oleh sebab itu, ketegasan pemerintah serta fungsi kontrol keluarga dan masyarakat dalam membasmi peredaran narkoba harus ditingkatkan demi menghindarkan generasi muda dari bahaya miras dan narkoba.

Selanjutnya : Sepeda Mesin yang Murah dan Hemat
Sebelumnya: Memahami Konsumen Sebagai Aset
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...