Waspadai! Efek Samping setelah Facial

Tak ada salahnya dengan aktifitas merawat wajah. Pergi ke salon dan meluangkan waktu melakukan facial. Hanya saja, jika berlebihan atau tidak memahami aturannya, efek samping setelah facial malah membuat wajah jadi tidak enak dilihat. Kecantikan yang diharapkan pun hanya menjadi impian.

Bahaya Facial

Facial merupakan salah satu cara merawat kulit wajah. Terutama ketika seseorang mengalami masalah jerawat dan komedo (noda hitam di kulit). Apalagi bagi beberapa orang, bekas jerawat dapat meninggalkan bekas atau bolong-bolong di wajah dan menurunkan kepercayaan dirinya.

Adapun komedo membuat wajah menjadi terlihat kusam, tak terawat dan jauh dari kesan cantik. Kedua hal ini (jerawat dan komedo) akan menimbulkan masalah besar bagi mereka—khususnya kaum perempuan—yang peduli terhadap kecantikan wajahnya.

Nah, facial dapat memberikan solusi terhadap masalah tersebut. Dengan rutin melakukan facial, dapat membuat wajah jadi terlihat cantik, bersih, dan terbebas dari keberadaan jerawat atau komedo. Facial pun bisa mengembalikan kemulusan kulit wajah yang ‘rusak’ karena bekas-bekas jerawat.

Hanya saja, facial tidak bebas dari efek samping yang merugikan. Mulai dari pori-pori yang membesar, kulit mengelupas, wajah terlihat memerah, hingga infeksi kulit yang meninggalkan bercak hitam atau jaringan parut. Tentu saja keadaan ini akan sangat mengganggu penampilan karena bercak hitam atau jaringan parut lebih sulit dihilangkan daripada jerawat.

Supaya efek samping setelah facial tidak terjadi, harus dipahami aturan ketika melakukan perawatan kulit wajah tersebut. Untuk menghindarkan pori-pori membesar, janganmemencet langsung jerawat dan sebaiknya hindari melakukan facial ketika jerawat sedang meradang. Hindari pula facial ketika sedang haid karena kulit wajahsaat itu sedang sensitif dan berpotensi menimbulkan infeksi.

Kebersihan melakukan facial pun perlu dicermati. Jika facial dilakukan dalam kondisi yang tidak steril, kulit wajah berpotensi mengalami infeksi. Hasilnya, bukan kulit mulus yang didapat, tetapi malah noda hitam atau jaringan parut yang terlihat.

Melakukan facial juga sebaiknya tidak terlalu sering. Frekuensi yang disarankan adalah satu atau dua bulan sekali. Jika terlalu sering, apalagi sampai setiap minggu, akan membuat lapisan kulit wajah menjadi tipis dan sensitif. Tandanya adalah kulit wajah terasa nyeri dan ketika lama terpapar sinar matahari akan membuatnya memerah.

Dengan memahami aturan-aturan tersebut, efek samping setelah facial dapat dihindari. Kulit wajah yang cantik, bersih, dan mulus memesona pun bisa menjadi kenyataan. Kepercayaan diri juga akan ikut terdongkrak.

Loading...
Selanjutnya : Enzim Tripsin yang Berguna Mengubah Pepton Menjadi Asam Amino
Sebelumnya: Efek Makan Daun Teh
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar