Perkembangan Embrio Manusia


Perkembangan embrio manusia ternyata sudah dijelaskan di dalam Al Qur’an jauh hari sebelum penemuan tentang embrio itu dipublikasikan. Padahal dari segi teknologi yang ada pada waktu itu tentu tidak memungkinkan bagi seseorang untuk bisa melihat ke dalam rahim seorang wanita.

Perkembangan Embrio

Perkembangan embrio baru bisa diteliti oleh para ilmuwan modern jauh hari setelah wahyu Al Qur’an diturunkan kepada Muhammad Saw. Hal ini seharusnya dapat menyadarkan kita untuk senantiasa beriman kepada Allah Swt. dan menyadari Muhammad Saw. adalah utusan Allah.

Rasulullah Saw. telah membeberkannya melalui wahyu Allah yang diturunkan kepada beliau. Dalam surat ke 23 ayat ke 12–14 diterangkan secara jelas bagaimana perkembangan embrio dalam tubuh seorang wanita. Jika Nabi Muhammad Saw. bukan seorang nabi dan rasul lalu darimana pengetahuan ini didapatkannya? Hal ini tentu tidak mungkin bagi orang zaman itu untuk bisa melihat benda yang begitu kecil.

Apalagi benda tersebut juga berkembang di dalam tubuh manusia. Sangat mustahil jika apa yang dikatakannya adalah sebuah perkataan dusta dan tidak ilmiah. Apalagi jika hal tersebut terbukti secara ilmiah.

Hal ini baru bisa dibuktikan secara ilmiah oleh ilmu manusia setelah Rasulullah Saw. wafat dan jaraknya ribuan tahun setelah kematian beliau. Pada tahun 1677, seorang ilmuwan barat baru bisa meneliti mengenai perkembangan embrio yang berada di dalam tubuh manusia.

Hal itu pun baru bisa dilakukan setelah teleskop ditemukan. Namun, pendapat awal yang mereka kemukakan tersebut tidaklah benar. Ilmuwan tersebut berpendapat bahwa sel sperma mengandung manusia mini dan manusia mini ini akan tumbuh dengan subur ketika berada di rahim seorang perempuan.

Sebuah pendapat yang cukup tidak masuk akal. Ini juga bisa dijadikan sebagai bukti bahwa manusia yang memiliki gelar ilmuwan pun tetap tidak bisa memprediksi dengan tepat kejadian perkembangan embrio meskipun telah lebih dari 1000 tahun setelah hal tersebut dikemukakan oleh Rasulullah Saw.

Hendaknya dengan informasi ini cukuplah menyadarkan kita bahwa Al Qur’an adalah firman Allah dan bukanlah buatan manusia. Hal ini terbukti dari salah satu isinya mengenai terjadinya embrio manusia dan masih banyak hal lain yang bisa dibuktikan dari Al Qur’an.

Selanjutnya : Mengenal Aliran Sunni di Indonesia
Sebelumnya: Protein pada Telur Ayam Terdapat di Bagian Mana?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar