Faktor-faktor Terjadinya Tawuran Antar Pelajar


Apa faktor-faktor terjadinya tawuran? Tawuran atau perkelahian massal sering terjadi di Indonesia, terutama di beberapa daerah. Tawuran bukan hanya dilakukan oleh para pelajar, tetapi juga bisa dilakukan oleh antarkelompok masa tertentu atau antarmasyarakat. Tawuran sering terjadi akibat hal-hal yang sepele, seperti saling pandang, silih ejek, atau senggolan badan secara tidak sengaja.

Namun, ada juga tawuran yang sifatnya sudah menahun atau sering terjadi antarkelompok yang sama akibat masalah masa lalu yang tidak kunjung damai. Lalu, apa saja faktor-faktor terjadinya tawuran antarpelajar?

Definisi Pelajar

Pelajar adalah anak sekolah SD hngga SMA yang berusia antara 7-18 tahun. Di rentang usia ini, terutama antara 15-18 tahun, menurut psikolog adalah usia labil dalam sisi kejiwaan.

Mudah emosi, mudah tersinggung, belum punya pendirian yang tetap, dan tentu saja masih mencari jati dirinya yang sesungguhnya adalah ciri-cirinya. Oleh karena itu, dalam rentang usia ini sering terjadi konflik, baik konflik batin dalam dirinya sendiri, maupun konflik fisik antar sesamanya. Inilah faktor utama yang menyebabkan sering terjadinya tawuran antar pelajar.

Faktor-faktor Lain

Ada banyak faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya tawuran antar pelajar, namun paling tidak ada 4 faktor dominan.

1. Jiwa yang Masih Labil

Seperti disebut di atas, faktor yang pertama inilah yang menjadi akar permasalahan dari mudahnya terjadi tawuran antarpelajar di Indonesia, terutama di beberapa daerah tertentu. Karena jiwa yang masih labil dan belum punya pemikiran panjang, maka masalah sekecil apapun sering berujung pada tindakan fiksik atau perkelahian. Mulanya antar 2 orang pelajar, tetapi sering berkembang menjadi perkelahian masal atau sering disebut tawuran itu.

2. Faktor Lingkungan

Lingkungan sekolah, lingkungan tempat main dan lingkungan tempat tinggal adalah faktor lain pendukung sering terjadinya tawuran antarpelajar. Lingkungan yang keras misalnya akan lebih memperburuk suasana kejiwaan pelajar dalam pergaulan.

3. Faktor Pendidikan

Yang dimaksud faktor pendidikan, tidak hanya pendidikan formal di sekolah yang kurang mengajarkan budi pekerti secara mendalam kepada siswa. Tetapi juga faktor pendidikan di keluarganya sendiri. Orangtua dengan kesibukannya seringkali lupa berkomunikasi dari hati ke hati dengan anak-anaknya. Kondisi ini menyebabkan anak merasa diacuhkan oleh orangtuanya sendiri sehingga lebih memilih bergaul di luar rumah yang lingkungannya belum tentu mengajarkan kebaikan.

4. Kurangnya Fasilitasi Pemerintah

Tawuran antarpelajar seringkali terjadi akibat kurangnya fasilitas yang baik dari pemerintah. Yang dimaksud fasilitas yang baik di sini adalah fasilitas penyaluran hobi bagi para pelajar, seperti olah raga, musik dan lain-lain. Jika hobi mereka bisa tersalurkan, energi untuk tawuran menjadi lemah karena tersalurkan dengan hobi yang difasilitasi pemerintah.

Itulah ulasan singkat tentang faktor-faktor terjadinya tawuran. Mari menjaga anak-anak atau keluarga supaya tidak menjadi korban atau pelaku tawuran.

Selanjutnya : Berbagai Ukuran Lapangan Olahraga
Sebelumnya: Panggilan Nama Jepang
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar