Faktor Penyebab Kerusakan Hutan di Kalimantan

Faktor penyebab kerusakan hutan di Kalimantan disebabkan oleh banyak hal. Salah satu faktornya tentu ada pada kesadaran manusia itu sendiri. Padahal Kalimantan merupakan daerah dengan kawasan hutan yang banyak dan tersebar di hampir semua provinsinya. Apalagi di hutan-hutan tersebut terdapat banyak sekali spesies hewan yang hidup di tengah rimbunnya hutan. Selain itu, hutan di Kalimantan juga terkenal sebagai paru-paru dunia. Bayangkan apa yang terjadi pada sebuah tubuh jika paru-parunya rusak?

Sebut saja di antaranya adalah hewan-hewan reptil, ampibi, dan juga hewan-hewan jenis unggas atau burung. Selain itu, kawasan hutan kalimantan juga menjadi surganya pepohonan dan tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat-obatan. Tentu jika kerusakan hutan ini terus-menerus dilakukan akan memberikan dampak besar pada ketidakseimbangan ekosistem.

Faktor Rusaknya Hutan di Kalimantan

Lalu, sebenarnya apa yang jadi masalah dari banyaknya hutan yang berkurang ini? Untuk mengetahuinya, simak faktor-faktor yang bisa dikatakan sebagai alasan rusaknya hutan di Kalimantan berikut ini.

•    Laju Pertumbuhan

Pertumbuhan penduduk di Kalimantan pada dasarnya termasuk lambat dibandingkan dengan  Pulau Jawa. Namun yang pasti, berdasarkan data badan statistik, laju pertumbuhan di Pulau Kalimantan tiap tahunnya terus meningkat. Memang Kalimantan termasuk memiliki wilayah yang luas. Hanya memang dengan laju pertumbuhan ini, meskipun tidak signifikan, tetapi tetap dapat memicu tekanan terhadap lingkungan hutan. Sederhananya, semakin tinggi laju pertumbuhan penduduk, semakin tinggi pula hutan yang rusak.

•    Perluasan Lahan

Salah satu faktor penyebab kerusakan hutan di Kalimantan adalah adanya perluasan lahan. Perluasan lahan tersebut masih bisa dimaklumi jika digunakan untuk pertanian dan perkebunan. Namun tentu perluasannya harus seimbang. Yang jadi masalah besar adalah hutan rusak dan hilang karena perluasan hutan untuk sektor swasta. Misalnya berupa pelaksanaan proyek-proyek besar atau pemanfaatan yang berlebihan terhadap sumber daya kayu (eksploitasi kayu).

•    Sikap Rakus

Faktor ketiga adalah adanya sifat rakus dari manusia itu sendiri. Harus diakui Kalimantan menjadi tempat menarik untuk “menambang emas” dan membuat siapa pun yang tidak memiliki keteguhan hati akan berubah menjadi rakus.. Hal ini disebabkan oleh sumber daya yang dimiliki oleh Pulau Kalimantan. Penebangan yang terlalu liar dan tidak elektif tentu menjadi pemicu utamanya.

Tiga faktor ini lah yang harus menjadi perhatian penting. Apalagi tiga faktor ini terus terjadi tiap tahunnya. Jika tidak diimbangi tentu akan banyak hutan di Kalimantan yang hilang. Bahkan data dar FAO tahun 1989, menyebutkan bahwa di Kalimantan, setidaknya  600 ribu hektar per tahun hilang atau mengalami kerusakan.

Untuk mencari solusi dari hal ini diperlukan kesadaran dari pihak terkait, baik pelaku, pihak swasta, maupun pemerintah. Hal tersebut demi terlindunginya hutan di Indonesia. Demikian lah penjelasan tentang faktor penyebab kerusakan hutan di Kalimantan ini. Mari kita sama-sama jaga paru-paru dunia tersebut.

Selanjutnya : Apa Kaitan Motivasi The Energizer Of Behaviour Dengan Konstruk Teoritis?
Sebelumnya: Type Sepeda BMX
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...