Mengenal Film Sedih Indonesia

Film sedih produksi industri perfilman Indonesia saat ini tidak terlalu banyak diproduksi. Perkembangan film sedih tersebut dikalahkan oleh film-film bergenre horor yang semakin banyak menjamur, film horor yang selain penuh mistis dan juga mengumbar aurat.

Padahal, film sedih juga mempunyai penggemar yang tidak sedikit.  Terbukti beberapa tahun yang lalu, saat film jenis ini banyak diproduksi, film-film tersebut mendapat sambutan yang hangat dari para penggemarnya.

Film-Film Sedih Indonesia Berprestasi

1. Dalam Mihrab Cinta

Film ini diangkat dari sebuah novel laris yang ditulis oleh Habiburrahman El Shirazy. Berjudul sama dengan novelnya, film ini menampilkan Dude Herlino dan Meyda Safira sebagai pemeran utama. Film ini dirilis tanggal 24 Desember 2010 dan diproduksi oleh Sinemart Pictures.

Film Dalam Mihrab Cinta berkisah tentang tokoh bernama Syamsul. Syamsul sangat menginginkan mondok di sebuah pesantren meski keinginannya tidak terlalu disetujui oleh orang tuanya. Di tengah jalan menuju pesantren, Syamsul mengenal  Zizi, seorang muslimah yang ditolongnya karena hampir saja kecurian di dalam bus yang ditumpangi keduanya.

Sayangnya, bukannya mendapatkan apa yang diinginkan di pesantren, justru Syamsul menjadi korban fitnah. Akibatnya, ia dikeluarkan dari pesantren dan harus merasakan dinginnya lantai penjara.

Setelah keluar dari penjara, dimulailah episode selanjutnya tentang kehidupan Syamsul. Sempat menjadi pencopet, akhirnya hidayah datang menghampirinya. Kehidupannya berubah drastis dan film ini berakhir dengan manis.

2. Heart

Film Heart  dirilis pada tahun 2006. Film yang disutradarai oleh Hanny R. Saputra berkisah tentang persahabatan antara Rachel (Nirina Zubir) dan Farrel (Irwansyah) yang terbina  sejak kecil hingga remaja.

Di tengah hubungan persahabatan mereka, hadirlah Luna (Acha Septriasa). Kehadiran Luna membuat persahabatan tersebut merenggang.  Ternyata, diam-diam Rachel mencintai Farrel sejak lama padahal Farrel sendiri telah jatuh cinta pada Luna.

Menariknya,  Farrel tetap bisa menikah dengan Luna bersama dengan  Rachel yang tatap abadi di hati mereka.
Di film ini, penampilan  Nirina Zubir sebagai Rachel membawanya mendapatkan penghargaan sebagai pemenang Piala Citra untuk kategori aktris terbaik.

3. Arie Hanggara

Film ini disutradarai oleh Frank Rorimpandey. Dibintangi oleh Deddy Mizwar, Joice Erna, dan Cok Simbara. Film ini berhasil membawa Deddy Mizwar mendapatkan Piala Citra untuk kategori pemeran utama pria terbaik tahun 1992.

Film ini diangkat dari kejadian nyata. Berkisah tentang seorang anak yang bernama Arie Hanggara. Usai perceraian kedua orang tuanya, Arie bersama dengan kakak dan adiknya ikut dengan ayah dan ibu tiri mereka.

Sayangnya, sifat Arie terbilang  susah diatur. Hal inilah yang membuatnya  sering menyulitkan ayah dan ibu tirinya. Tak heran bila hukuman demi hukuman harus dijalaninya. Hingga hukuman terakhir yang akhirnya merenggut nyawa bocah usia 8 tahun tersebut.

4. Jangan Ambil Nyawaku

Film Jangan Ambil Nyawaku  berkisah tentang perjuangan dari Non (Lenny Marlina) melawan kanker yang menggerogoti tubuhnya. Semangatnya untuk sembuh demi orang-orang tercinta  membuatnya bangkit dan berhasil sembuh.
Film garapan sutradara Sophan Sophian ini dibintangi oleh Lenny Marlina dan Frans Tumbuan.  Skenario ditulis oleh Tatiek Maliyati dan diproduksi tahun 1981.

Demikian sinopsis beberapa film sedih Indonesia. Sengaja disajikan dari tahun-tahun yang berbeda untuk dijadikan pembanding antara film dan genre yang sama. Semoga industri film Indonesia dapat bangkit kembali dan menjadi tuan di negeri sendiri.

Loading...
Selanjutnya : 3 Film yang Mengisahkan Perang Salib
Sebelumnya: Berbagai Film yang Diputar di Bioskop 21 Jakarta Luar Biasa
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar