Filosof Pertama Islam

Filosof pertama Islam yang dikenal pertama adalah Al-Kindi. Walaupun ada catatan yang menyebutkan sebenarnya orang Islam yang pertama disebut sebagai filosof adalah Iransyahri. Namun, pemilihan Al-Kindi sebagai Filosof pertama dikarenakan  Al-Kindi merupakan orang pertama yang berusaha merumuskan secara sistematis apakah filsafat  Islam.

Al-Kindi kemudian disebut sebagai filosof awal Islam. Oleh karena itu, Al-Kindi merasa perlu untuk membuat dan menulis buku Filsafat Pertama (Al-Falsafah Al-Ula) sebagai sebuah buku yang berisi pembahasan tentang posisi filsafat dalam keseluruhan pemikiran Islam.

Dalam buku tersebut, Al-Kindi menunjukkan bahwa tujuan Filsafat Pertama atau Metafisika sebenarnya sama seperti teologi, yaitu mengenai Tuhan. Buku lain yang ditulis oleh Al-Kindi berjudul Al-Kasyf ‘an Manahij Al-Adillah. Buku tersebut berisi uraian mengenai metodologi dalam berfilsafat.

Biografi Al-Kindi

Filosof pertama Islam Al-Kindi lahir dengan nama lengkap Abu Yusuf Ya’qub bin Ishaq bin Shabbah bin Imran bin Ismail. Tahun lahir dan tahun kematiannya tidak ada yang mengetahuinya secara jelas. Al-Kindi disebut sebagai filsuf berbangsa Arab dan disebut sebagai filosof muslim pertama.

Secara etnis, Al-Kindi memang lahir dari keluarga berdarah Arab yang berasal dari suku Kindah yang merupakan salah satu suku besar daerah Jazirah Arab Selatan. Al-Kindi mampu menghadirikan filsafat Yunani kepada para kaum muslimin setelah terlebih dahulu mengislamkan semua pikiran asing itu.

Al-Kindi telah banyak menulis hampir seluruh ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa itu. Namun, yang sangat disukai oleh Al-Kindi ilmu Matematika. Menurut Al-Kindi, ilmu Matematika merupakan ilmu pembuka bagi setiap orang yang ingin mempelajari filsafat.

Hal ini sangat penting bagi seseorang yang ingin mempelajari filsafat agar berhasil. Matematika yang dimaksud oleh Al-Kindi yaitu termasuk bilangan, geometri, harmoni, dan astronomi. Namun, yang paling penting adalah ilmu bilangat atau aritmatika karena jika bilangan tidak ada, tidak akan ada sesuatu apa pun.

Kitab Al-Kindi

Tak hanya ahli dan melahirkan pemikiran di bidang filsafat saja, Al-Kindi juga disebut sebagai ilmuwan yang serba bisa. Salah satu karyanya yang sangat fenomenal adalah Risalah Fi Istikhraj Al-Mu’amma. Kitab tersebut menguraikan serta membahas kriptologi atau sebuah seni memecahkan kode. Dalam kitab tersebut Al-Kindi menguraikan dan menerangkan bagaimana cara memecahkan sandi-sandi tersebut.

Semua teknik yang sangat susah dipecahkan dalam membongkar sandi terdapat di kitab ini. Selain itu, Al-Kindi juga mengklasifikasikan semua sandi rahasia dan menjelaskan ilmu fonetik Arab serta sintaksisnya.

Betapa briliannya filosof pertama ini mengurai kode atau kriptologi. Tak heran kriptologi sangat dikuasainya karena Al-Kindi menyukai Matematika. Beliau juga menulis empat buku sistem penomoran dan menjadi dasar untuk aritmatika modern.

Selanjutnya : Bagian Telur yang Memiliki Protein Paling Tinggi
Sebelumnya: Bentuk Ungkapan Hati yang Bahagia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

//adsnya disini