Filosofi Hegel

Biografi dan Buku Filsafat Karya Hegel

Filosofi Hegel banyak terpengaruh oleh pemikirannya yang berkaitan dengan agama Kristen. Hal ini tidak mengherankan karena pria bernama lengkap George Wilhelm Friedrich Hegel yang lahir di Stuttgart 27 Agustus 1770 ini sempat mengenyam pendidikan teologi di Universitas Tubingen hingga meraih gelar doktor pada tahun 1791. Buku karya-karya di awal pemikirannya mencerminkan apa yang dipelajarinya selama belajar ilmu teologi, misalnya The Life of Jesus atau The Spirif of Christiany.

Hegel mulai berkecimpung di dunia filsafat tepatnya pada tahun 1801, ia bertemu dengan Friedrich von Schelling di Universitas Jena dan mengajar mata kuliah filsafat. Buku filsafat pertamanya berjudul The Difference Between Fichte’s and Schelling’s Systems of Philosophy.

Bergaul dan membaca karya-karya Friedrich Holderlin dan Friedrich von Schelling mempengaruhi pemikiran intelektual filsafatnya hingga muncul pengakuan dari Hegel bahwa kedua tokoh tersebut adalah pemikir besar filsafat Jerman pada abad 19. Hubungan persahabatan itu pula yang memberi kesempatan Hegel bersama Schelling untuk mengedit Critical Journal of Philosophy di tahun 1803 menyusul kemudian dipublikasikannya Phenomenology of Spirit sebagai karya utamanya namun sayangnya justru karya besar Hegel ini menyebabkan persahabatannya dengan Schelling kandas karena Schelling menganggap buku ini merupakan kritikan tajam terhadap pemikirannya.

Pemikiran Hegel terhadap dunia filsafat Jerman semakin diakui ketika ia menjadi guru besar filsafat di Universitas Heidelberg dan guru besar di Universitas Berlin. Hegel semakin produktif menulis buku-buku filsafat seperti Encyclopaedia if the Philosophical Sciences, Philosophy of Nature dan Philosophy of Spirit.Ia juga mempublikasikan karya filsafat politisnya yang berjudul Elements of the Philosophy of Rights. Setelah ia meninggal kumpulan materi kuliahnya dipublikasikan dalam buku Philosophy of History, History of Philosophy, Aesthetics serta Philosophy of Religion.

Tentang Filsafat Hegel

“Semua yang real bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat real”adalah pernyataan Hegel yang terkenal.Hegel merupakan tokoh filsafat yang selalu mengedepankan rasio subyek absolute dalam teori filsufnya. Realitas utuh dalam pandangan Hegel adalah proses pemikiran yang terjadi secara terus menerus dan sadar akan dirinya sendiri.

Filosofi Hegel mempercayai bahwa sejarah adalah kepastian mutlak yang diperoleh dengan cara mengkompromikan serta melebur perbedaan yang ada ke dalam satu system integral sebagai wadah universal yang disebutnya sebagai Aufhebung dan bisa berupa pasar, masyarakat, insititusi atau Negara. Hegel berpendapat bahwa filsafat dan metafisika harus dapat memberi kepastian kepada manusia modern agar mampu melangkah meraih masa depan melalui langkah tepat dan terukur.

Selanjutnya : Fiqih tentang Zakat fitrah
Sebelumnya: Info Seputar Gudang Lagu Tangga Lagu
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...