Sejarah Filsafat Modern


Filsafat modern merupakan pembagian sejarah filsafat barat sebagai penanda yang mengakhiri era skolatisisme. Filsafat masa modern muncul pada abad ke-17 hingga awal abad 20 di Amerika Utara dan Eropa Barat. Filsafat ini mulai sejak kemunculan rasionalisme melalui pemikiran Descartes, seorang filsuf yang terkenal pada zaman modern.

Pada filsafat masa modern ini menjadi sebuah identitas karena tidak mudah menentukan kapan berhentinya Abad Pertengahan. Namun, banyak yang mengatakan jika Abad Pertengahan dimulai pada abad 15 dan 16, yaitu di masa akhir Renaissance. Setelah abad pertengahan, muncullah masa modern, salah satu penanda masa modern ini di bidang filsafat adalah munculnya filsafat masa modern.

Dari kacamata sejarah filsafat barat, masa modern adalah masa di mana munculnya berbagai aliran pemikiran baru. Filsafat barat ini menjadi panggung perdebatan antara para filsuf terkemuka. Setiap filsuf memiliki gaya dan argumentasi serta pendapat yang berbeda dan khas, tidak jarang yang kasar, tajam, pragmatis, bahkan sentimental.

Sejarah filsafat di masa modern ini kemudian dibagi ke dalam tiga periode, yaitu Zaman Reanissance, Zaman Pencerahan, dan Zaman Romantik. Tokoh perintis dalam perkembangan ilmiah di masa modern ini, seperti Leonardo da Vinci, Nicolaus Copernicus, Johannes Kepler, dan Galileo Galilei. Ada juga Farncis Bacon, seorang bangsawan Inggris yang teorinya terkenal dan bermaksud menggantikan teori ilmu pengetahuan milik Aristoteles.

Meskipun demikian, Rene Descartes adalah filsuf paling terkenal di filsafat masa modern Rene Descartes (1596-1650) mendapat gelar sebagai bapak Filsafat masa modern. Descartes adalah filsuf Perancis dan belajar filsafat di desa La Fleche pada Pater-Pater Yesuit. Descartes menulis buku terkenal, yaitu Discours de la method di tahun 1637. Buku tersebut berisi mengenai uraian metode perkembangan intelektualnya. Dia sangat lantang menyatakan jika ia tidak merasa puas dengan filsafat serta ilmu pengetahuan yang menjadi bahan pendidikan. Ia juga menjelaskan jika di dunia ilmiah tidak ada sesuatu yang dianggap pasti karena segala sesuatu itu bisa dipersoalkan.

Filsafat sangat penting untuk dipelajari karena dengan terus berpikir dan belajar akan membuat manusia terus bergerak maju. Seperti yang dikatakan Descartes, bapak filsafat modern, Cogito ergo sum, “aku berpikir, maka aku ada”.

Selanjutnya : Kebijakan Pemerintah Orde Baru Dalam Bidang Politik Dalam Dan Luar Negeri Pada Awal Pemerintahannya
Sebelumnya: Cerita Urban Legend Bahasa Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar