3 Filsafat yang berkembang di Cina

Filsafat yang berkembang di Cina zaman kalsik ditandai dengan berdirinya sekolah sekolah filsafat di seluruh negeri. Kemudian bermunculan tokoh-tokoh filsafat cina yang terkenal, di antaranya Lao Tze dan Kung Fu Tze. Filsafat Cina pada perkembangannya akan mempengaruhi filsafat dunia. Berikut adalah 3 filsafat yang berkembang di Cina.

1. Konfusianisme

Ajaran Konfusius diajarkan oleh Kung Fu tze yang hidup pada tahun 551 sampai 497 S.M. Konfusius mengajarkan bahwa manusia sendirilah yang dapat menjadikan Tao (jalan manusia) luhur dan mulia kalau ia hidup dengan baik. Keutamaan filsafat berkembang di Cina yang satu ini adalah kebaikan hidup dapat dicapai melalui perikemanusiaan (yen) yang merupakan model untuk semua orang.

Ajaran Konfusius mengajarkan bahwasanya semua manusia itu sama walau tindakan mereka berbeda. Filsafat yang berkembang di cina ini juga mengajarkan bahwa hendaknya raja tetaplah raja, hamba tetaplah hamba, ayah tetaplah ayah, dan anak tetaplah anak.

Menurut Konfisius dalam hidup manusia harus menyesuaikan diri dengan Tao agar dalam kehidupan dapat tercipta keseimbangan dan keselarasan. Penganut Konfusius percaya bahwa kejadian buruk terjadi akibat manusia menyalahi aturan Tao. Sampai saat ini, Konfusius masih berpengaruh terhadap sikap hidup dan cara berfikir orang Cina.

2. Taoisme

Ajaran Taoisme diajarkan oleh Lao Tze. Berbeda dengan Konfusius yang memandang Tao sebagai jalan manusia, Lao Tze menganggap alamlah yang menjadi Tao. Filsafat yang berkembang di Cina ini mengajarkan bahwa manusia harus melepaskan segala usaha. Kasih sayang harus diberikan tidak hanya pada anggota keluarga saja, namun kepada seluruh masyarakat.

Taoisme dicatat dalam kitab Tao Te Cing. Taoisme mengajarkan manusia untuk menerima nasib. Bahwa bencana, bahagia, sedih dan menderita adalah sama. Karenanya orang yang menganut ajaran ini bisa menanggung apa saja dalam hidup karena mempunyai hati yang kuat.

3. Yin dan Yang

Yin dan Yang adalah dua prinsip induk dari seluruh kenyataan. Berdasarkan filsafat yang berkembang di Cina, Yin akan mewakili sifat pasif, prinsip ketenangan, surga, bulan, air dan perempuan, simbol untuk kematian, dan untuk yang dingin. Sebaliknya yang mewakili sifat aktif, prinsip gerak, bumi, matahari, api, dan laki-laki, simbol untuk hidup dan untuk yang panas. Segala yang ada di dunia adalah perpaduan harmonis dua prinsip utama ini.

Selanjutnya : Fakta-fakta tentang Mengonsumsi Makanan Manis
Sebelumnya: Jenis Inflasi yang Terjadi di Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

loading