Pengertian Fisik dan Psikis


Fisik adalah tubuh manusia yang kasat mata dan memiliki lima panca indra. Psikis adalah jiwa manusia. Fisik dan psikis merupakan satu kesatuan yang seharusnya diselaraskan dalam setiap fungsinya.

Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Fisik

Faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan fisik adalah asupan makanan atau gizi dalam tubuh manusia. Jika asupan nutrisi ini tidak memenuhi kebutuhan sampai ke tingkat sel-sel tubuh, maka akan berpengaruh terhadap perkembangan fisik seseorang.

Misalnya, seorang anak yang terlalu banyak konsumsi pemanis buatan, MSG, dan jajanan lainnya yang serupa dalam jangka waktu yang cukup lama, kemungkinan dia akan menjadi hiperaktif. Begitu pula sebaliknya, jika seseorang menjalani program diet yang tidak terpola dengan baik, maka dia akan menderita kekurangan gizi dan jatuh sakit.

Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Psikis

Sementara faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan psikis adalah kecerdasan emosional dan spiritual dalam setiap fase hidup seseorang. Seorang remaja tentu akan mengalami problematika psikis tersendiri yang berkaitan dengan perkembangan fisiknya.

Berbeda dengan problematika psikis seorang lansia yang juga berkaitan dengan perkembangan fisiknya. Remaja yang mengalami pubertas berkeinginan besar untuk mencari jati diri, konsep dan nilai-nilai hidup, mengeksplorasi berbagai pengalaman dan tidak percaya diri. Sementara seorang lansia cenderung merasa asing, kesepian, bahkan merasa hidupnya hanya menunggu mati.

Problem fisik dan psikis akan saling memengaruhi, baik dalam konteks masalahnya dan solusinya. Seseorang yang menderita fisik terlalu lama seringkali memengaruhi kondisi psikisnya. Dia jadi stres, putus asa, dan dampak ekstrimya bahkan ingin mengakhiri hidupnya. Begitu pula sebaliknya.

Anda mungkin pernah menemui seseorang yang mengeluh sakit di bagian tertentu seperti migrain, sakit perut, atau terasa sakit di seluruh tubuhnya. Hal ini bisa jadi orang tersebut mengalami stres atau depresi yang mengakibatkan dia merasa mengalami penyakit kronis di fisiknya.

Karena pengobatan fisik harus dibarengi dengan pengobatan psikis, begitu juga sebaliknya. Sebagai contoh, seseorang yang sedang mengalami gangguan jiwa tidak cukup dengan pengobatan psikis saja. Fisiknya pun harus disehatkan. Dengan demikian, hubungan antara fisik dan psikis sangat berkaitan erat.

Selanjutnya : Alat Mengecilkan Perut dan Tip Mengecilkan Perut
Sebelumnya: Mengintip Soal Dan Aljabar Analogi Matematika
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar