Fosil yang Ditemukan di Mojokerto

Indonesia merupakan negara yang memiliki bukti prasejarah terbanyak. Salah satunya fosil yang ditemukan di Mojokerto. Fosil adalah sisa atau bekas peninggalan makhluk hidup yang menjadi batu atau mineral. Untuk menjadi fosil, sisa makhluk hidup ini harus segera tertutup sedimen. Fosil manusia yang ditemukan merupakan peninggalan prasejarah. Manusia prasejarah adalah manusia yang hidup sebelum tulisan ditemukan. Pola hidupnya masih sederhana dan sangat bergantung pada alam.

Fosil dari zaman prasejarah terbagi atas tiga kelompok, yaitu manusia kera, manusia purba, dan manusia modern. Seorang antropolog dari Jerman bernama Profesor Dr. Gustav Heinrich Ralp von Koenigswald menemukan manusia kera yang merupakan jenis dari Pithecanthropus di Mojokerto pada tahun 1936. G.H.R. von Koenigswald mengadakan penelitian di Desa Perning, dekat lembah Sungai Brantas.

Loading...

Fosil yang ditemukan di Mojokerto tersebut lalu dinamakan dengan Pithecanthropus Mojokertensis. Weidenreich (rekan kerja von Koenigswald) memberikan nama Pithecanthropus Robustus. Fosil manusia purba Pithecanthropus adalah jenis manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Pithecanthropus adalah manusia kera yang berjalan tegak. Namun, cara berjalan manusia kera masih diperdebatkan.

Berdasarkan penelitian ilmuwan dari Inggris, jejak kaki fosil manusia purba tidak dapat dijadikan petunjuk pasti bagaimana manusia purba dapat berjalan. Tumit cenderung membuat lekukan yang dalam. Fosil Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan dalam bentuk tulang tengkorak anak-anak dan diperkirakan usianya mencapai 30 ribu sampai 2 juta tahun yang lalu.

Ciri-ciri Fosil yang Ditemukan di Mojokerto

  • Tinggi badannya mencapai 165 – 180 cm.
  • Struktur badannya tegap, namun tidak setegap Meganthropus.
  • Memiliki struktur tulang rahang dan geraham yang kuat, namun tidak sekuat Meganthropus.
  • Struktur hidung dan kening yang menonjol, melintang sepanjang pelipis.
  • Tidak memiliki dagu (seperti tengkorak manusia).
  • Sumber makanan berasal dari hasil buruan seperti hewan atau tumbuhan.
  • Hidup sejak 2-1 juta tahun yang lalu.
  • Hidupnya berkelompok.

Ciri Kehidupan dan Budaya Fosil yang Ditemukan di Daerah Mojokerto

Pola kehidupan prasejarah adalah bersifat nomanden, hidupnya belum menetap dan berkelompok di satu tempat. Mata pencahariannya berburu, lebih sering mengumpulkan makanan. Semakin maju, kehidupan sudah terorganisir dan berkelompok.

Hidupnya sudah menetap di suatu tempat. Mata pencahariannya bercocok tanam dan mulai mengenal sistem pertanian. Pola kehidupan bersumber pada kebiasaan-kebiasaan dan mulai mengenal norma adat. Ini menandakan jika fosil yang ditemukan di Mojokerto masih hidup bergantung pada alam.

Loading...
Selanjutnya : Hubungan Kebugaran Jasmani Kekuatan Tubuh bagi Kesehatan
Sebelumnya: Tarian Tradisional Cakalele
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar