Belajar Sejarah Melalui Museum KAA dan Gambar Tokoh Perumus Pancasila


Suatu hari anak-anak di sekolah Madrasah Tsanawiyah al-Barakah melakukan kunjungan pendidikan didampingi oleh beberapa orang gurunya. Kali ini kunjungan pendidikan ditujukan ke museum Konferensi Asia Afrika (KAA) di Jalan Asia Afrika Bandung. Jumlah siswa yang mengikuti kunjungan pendidikan ini adalah 100 orang, yang hanya difokuskan untuk siswa kelas 8 saja.

Tujuan para siswa datang ke museum KAA itu tentunya untuk mengetahui sejarah tentang Konferensi Asia Afrika. Selain itu, para siswa dapat melihat gambar tokoh perumus Pancasila karena di museum tersebut juga terdapat dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Pancasila dan perumusannya.

Sejarah Rumusan Pancasila

KAA diselenggarakan pada tanggal 18-24 April 1955 karena pada tanggal tersebut penyelenggaraan KAA disinyalir berhasil dan sukses dalam mempersatukan dan bekerja sama antara negara-negara di Asia dan Afrika.

Ketika para siswa tiba dan masuk ke Museum KAA, mereka langsung banyak yang bertanya kepada guru ataupun penjaga museum tersebut. Di samping museum KAA terdapat Gedung Merdeka, yang dilihat dari sejarahnya pun ada hubungan antara KAA dengan Gedung Merdeka.

Para siswa banyak melihat bendera yang berasal dari perwakilan negara di Asia dan Afrika. Para siswa pun diberi tahu tentang sejarah adanya museum KAA tersebut.

Tokoh Perumus Pancasila

Diceritakan bahwa untuk mempererat dan membina hubungan tentang sejarah Konferensi Asia Afrika, maka harus dibuatkan suatu museum. Nah, karena dulu hasil dari KAA tersebut menghasilkan Dasa Sila Bandung, maka dipilihlah Bandung dan Gedung Merdeka sebagai tempat pendirian museum.

Selain itu, pada waktu dulu ada Menteri Luar Negeri RI, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmaja, S.H, LL.M, yang sering bertemu dan ditanya oleh para pemimpin Asia dan Afrika tentang kota Bandung dan sejarah KAA. Akhirnya gagasan tersebut direalisasikan oleh Pak Mochtar dengan mendirikan museum di Gedung Merdeka.

Ide dan gagasan tersebut diutarakan pada peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika pada tahun 1980. Mendengar penjelasan tentang sejarah KAA dan Gedung Merdeka tersebut, para siswa sangat antusias dan menjadi paham akan sejarah.

Mudah-mudahan semangat nasionalisme para negarawan Indonesia dan mancanegara tersebut dapat ditiru oleh para siswa, meskipun hanya melalui gambar tokoh perumus Pancasila dan sejarahnya.

Selanjutnya : Berbagai Nama, Gambar, dan Jurus Ultraman
Sebelumnya: Belajar Membuat Kue Kering dari Resep Kue Putri Salju Sederhana
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar