Perbedaan Gelar Lulusan D3 dan Gelar Lulusan Sarjana


Apa perbedaan gelar lulusan D3 dan gelar lulusan sarjana? Dahulu, untuk menyebut gelar akademik seseorang yang diperoleh setelah menamatkan/menyelesaikan studi di perguruan tinggi dgeneralisasikan dalam dua gelar akademik, yaitu: Drs (dibaca: Dokterandes), bagi sarjana berjenis kelamin laki-laki dan Dra (dibaca: Dakteranda), bagi sarjana berjenis kelamin perempuan.

Pemberian gelar sarjana ini tidak merujuk pada satu disiplin ilmu tertentu. Namun sekarang melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, penyebutan gelar sarjana harus lebih spesifik sesuai tingkatan ilmu yang dipelajarinya, termasuk adanya gelar lulusan D3 bagi ahli madya.

Diploma Tiga atau D3 merupakan salah satu gelar yang diberikan kepada orang-orang yang lebih banyak menempuh tingkatan ilmu pada jenjang pendidikan secara praktek daripada teoritis. Diketahui dalam jenis pendidikan yang satu ini, terdiri dari Diploma Satu atau D1, Diploma Dua atau D2, serta Diploma Empat atau D4. Seseorang biasanya menghabiskan waktu selama 3 tahun atau lebih dalam menyelesaikan pendidikan yang satu ini.

Perbedaan D3 dan Sarjana

Ada beberapa perbedaan antara gelar sarjana yang diperoleh pada jenjang pendidikan D3 dengan gelar sarjana dalam hal sarjana S1 atau Strata 1. Perbedaan tersebut seperti berikut ini:

1. Pada pendidikan sarjana (S1) yang dipelajari kebanyakan adalah hal-hal yang berhubungan dengan masalah teori, sedangkan pada jenjang pendidikan Diploma (D3), pengenalan pembelajaran secara teori tidak terlalau banyak dibandingkan dengan pengetahuan secara praktek.

2. Lamanya masa pendidikan yang dapat dirata-ratakan yakni untuk mendapatkan gelar sarjana (S1) seseorang membutuhkan waktu paling cepat 3,5 tahun (bahkan bisa jadi lebih bila mahasiswanya tidak terlalu pintar dan malas-malasan), sedangkan pada jenjang diploma (D3) hanya membutuhkan waktu 3 tahun untuk menyelesaikannya.

3. Perbedaan lulusan yang dihasilkan juga cukup signifikan. Oleh karena jenjang pendidikan diploma (D3) lebih banyak melakukan praktek langsung, maka lulusan yang dihasilkan juga lebih cepat diserap oleh pasar tenaga kerja, karena mempunyai skill yang cukup mumpuni selama masa pendidikan berlangsung. Sedangkan lulusan sarjana (S1) cenderung susah untuk mendapatkan pekerjaan, terutama pekerjaan yang berhubungan dengan skill.

Akan tetapi semua jenjang pendidikan yang Anda jalani, sebetulnya tergantung bagaimana Anda serius atau tidak dalam menyelesaikannya. Semua kembali ke diri masing-masing, tinggal pilih mau jadi sarjana siap kerja atau mau jadi lulusan yang siap pakai?

Selanjutnya : Peristiwa yang Terjadi Waktu Kelahiran Nabi Muhammad
Sebelumnya: Rangkuman Efek Rumah Kaca
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar