Mengenal Gunung Berapi di Indonesia

Indonesia adalah negeri yang kaya akan gunung berapi, sebagian berupa gunung berapi tidur seperti bromo, tangkuban perahu, sebagian besar merupakan gunung berapi aktif seperti Kelud dan Sinabung yang baru saja meletus, Semeru, Rinjani, Krakatau. Berupa negeri kepulauan, Indonesia berada di jalur gempa paling aktif di dunia yang disebut lingkaran api atau cincin api pasifik (ring of fire) yaitu merupakan daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung yang berapi karena berada pada pertemuan terjadinya tumbukan tiga lempeng bumi yaitu Pasifik dari timur, Eurasia dari utara dan Indo-Australia dari sebelah selatan.

Pegunungan Merapi di Indonesia

Gunung yang berapi sebenarnya bukan sumber bencana sebab dibalik bencana erupsi gunung yang berapi berupa aliran lava, lahar, debu vulkanis dan awan panas tersimpan berkah kehidupan yang besar tersembunyi di baliknya. Hal ini terbukti dengan suburnya tanah pertanian dan perkebunan di sekitar gunung berapi, Semeru, Kelud, Sinabung, Merapi meski saat mengalami erupsi dapat merenggut korban jiwa namun masyarakat sekitar akan selalu kembali untuk tinggal sepulang dari pengungsian.

Tak hanya kekayaan alam berupa debu vulkanis, gunung yang berapi juga menyimpan kekayaan alam berupa kekayaan hayati (flora dan fauna), panas bumi dan berbagai mineral yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Empat Tipe Gunung Kategori Merapi

Secara garis besar gunung berapi berdasarkan bentuknya dapat terbagi dalam empat type yaitu Kaldera Volcano, Cinder Cone Volcano, Shield Volcano dan Strato volcano atau gunung strato. Kaldera adalah gunung yang puncaknya berupa cekungan, cinder cone merupakan gunung dengan puncak berbentuk mangkuk, shield volcano adalah gunung yang landai hingga hampir tak terlihat puncaknya, sedangkan gunung strato berbentuk kerucut besar dengan pahatan tak beraturan karena arah letusannya yang berubah-ubah.

Ciri-ciri gunung strato adalah bentuknya yang curam di bagian puncak dan melandai di daerah kaki, hal ini disebabkan karena aliran lava yang mengandung silika bersifat kental sehingga ketika keluar karena erupsi aliran tersebut segera mengeras sebelum mengalir terlalu jauh. Tinggi gunung berkisar 2500 meter atau lebih, kedua sisinya berupa bidang cekung yang curam menghadap ke atas hal ini erbentuk karena aliran pyroclastic sebagai akibat dari altivitasnya bertahun-tahun, letusannya bersifat eksplosif dan sangat berbahaya.

Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung strato harus lebih berhati-hati sebab sekalinya bererupsi tenaga stratovolkanik sangat besar dan mampu melontarkan ribuan kubik debu vulkanis, batu apung, tefra, lava, lahar panas yang sangat berbahaya. Krakatau, Sinabung, gunung Pinatubo di Filipina adalah contoh stratovolcano yang juga disebut sebagai gunung berapi komposit.

Selanjutnya : Aneka Contoh Bahan Terbuang yang Bermanfaat
Sebelumnya: Beragam Bentuk Cincin Kawin Toko Emas
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar

Loading...