Hal-hal yang Dapat Diteladani dari Tokoh Proklamator Indonesia


Proklamasi Indonesia pada tahun 17 Agustus 1945 merupakan momen puncak dari perjuangan bangsa. Ketika itu Jepang baru saja menyerah kepada sekutu dan Belanda belum kembali ke Indonesia. Indonesia mengambil kesempatan itu untuk memproklamasikan kemerdekaannya. Indonesia memang harus menentukan nasibnya sendiri, bukan menunggu pihak lain. Karena itu peran proklamator saat itu sangat besar. Kita bisa meniru hal-hal yang dapat diteladani dari tokoh proklamator Indonesia.

Dua tokoh utama dalam proklamasi adalah Soekarno dan Mohammad Hatta. Keduanya merupakan pihak yang menandatangani teks proklamasi. Soekarno yang akhirnya membacakan teks proklamasi, yang menjadi penanda kebebasan bangsa Indonesia dari tangan penjajah. Kebetulan, keduanya dipilih penjadi presiden dan wakil presiden Indonesia selama beberapa dekade berikutnya.

Keduanya disebuta sebagai pasangan dwitunggal, walau memiliki latar budaya dan pemikiran yang berbeda. Hatta merupakan orang Sumatra yang berlatar pendidikan Eropa. Sedangkan Soekarno adalah seorang Jawa yang memiliki disiplin pendidikan dalam negeri. Keduanya saling bertolak belakang dalam masalah ideologi dan pelaksanaannya. Hal ini berujung pada pengunduran diri Hatta dari Wakil Presiden ketika Soekarno mengubah ideologi negara menjadi demokrasi terpimpin. Hatta menganggap demokrasi terpimpin bukanlah demokrasi. Sedangkan Soekarno berpendapat demokrasi memerlukan seorang pemimpin kuat yang memastikan perjalan bangsa tetap pada jalurnya.

Walau perseteruan ini tetap terjadi, Hatta kerap mengkritik pemerintahan demokrasi terpimpin, namun persahabatan tetap terjaga. Ketika Soekarno dikenai tahanan rumah oleh pemerintah Orde Baru tanpa alasan, Hatta yang juga mengkritik hal ini. Hatta juga sempat menjenguk ketika Soekarno terbaring sakit dan kemudian meninggal. Perseteruan ideologi boleh berlangsung sangat keras.

Namun hal ini tidak boleh menutupi rasa kemanusiaan dan saling menghargai. Hal ini yang perlu kita teladani sebagai generasi penerus. Seringkali gesekan yang sedikit dan sepele pada saat ini bisa berujung pada perseteruan panjang dan saling merugikan.

Semoga informasi ini memberikan manfaat dan tambahan ilmu tentang seperti apa dua orang yang telah member pengaruh besar kepada bangsa kita ini, dan juga bisa mengikuti teladannya mereka.

Selanjutnya : Manfaat Minum Air Sungai
Sebelumnya: Membedah Indikator Film-film Indonesia Terbaik
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar