Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Membaca Cerpen


Meski bukan merupakan budaya yang mengakar kuat di republik ini, ternyata sebagian orang masih meluangkan waktunya untuk membaca. Berikut ini akan dijelaskan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan ketika membaca cerpen.

Membaca merupakan pintu gerbang untuk mendapatkan informasi, hiburan, dan mengembangkan wacana berpikir, baik bacaan non fiksi maupun fiksi. Cerpen merupakan salah satu jenis bacaan fiksi yang sering dijadikan sebagai pelepas penat setelah beraktivitas.

Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek. Berawal dari kebiasaan pemaparan secara lisan yang akhirnya menjadi sebuah genre pada awal abad-19. Suatu bentuk karya sastra narasi yang berbentuk fiksi, dengan satu konflik, satu tokoh utama dalam satu kejadian. Ciri-ciri cerpen adalah sebagai berikut.

  • Panjang cerita 5-10 halaman
  • Terdiri atas 10000 kata
  • Mempunyai satu ide utama
  • Menceritakan satu konflik atau peristiwa yang menarik
  • Adanya penyelesaian

Selama ini orang beranggapan, membaca cerpen merupakan sesuatu yang biasa, tetapi ternyata ada yang harus diperhatikan ketika membaca cerpen, yaitu sebagai berikut.

1.  Vokal atau Pengucapan

Vokal atau pengucapan ini mencakup intonasi dan artikulasi. Jelas atau tidaknya artikulasi serta naik turunnya intonasi akan memengaruhi respon dan persepsi pendengarnya dalam memahami cerpen yang dibacakan.

2.  Gerak dan Mimik

Gestur tubuh sang pembaca cerpen menentukan pendengar. Penguasaan cerpen sebelum dibacakan sangatlah penting, sehingga gestur tubuh yang ditampilan cukup mewakili karakter dan isi dari cerpen.

3.  Komunikatif

Hal yang satu ini perlu diperhatikan agar pendengar bisa memahami cerpen yang dibacakan, sekaligus juga untuk mengetahui responnya. Kontak dengan pendengar akan terjadi secara baik, jika pembaca cerpennya telah membaca dan memahami cerpen itu terlebih dahulu sebelum dibacakan.

Ada dua faktor dalam cerpen yang menentukan persepsi pembaca, yaitu sebagai berikut.

  1. Faktor intrinsic. Meliputi, tema, tokoh, latar/setting, alur, dan gaya bahasa.
  2. Faktor ekstrinsik. Meliputi, visi penulis, latar belakang penulis, kondisi sosial ekonomi penulis, dan nilai-nilai dalam cerpen yang bisa berupa norma agama, moral, dan etika.

Metode membaca cerpen selain memperhatikan kedua faktor itu, juga tergantung dengan bentuk cerpennya, narasi tanpa atau dengan dialog. Mengetahui semua unsur dan faktor dalam cerpen akan memudahkan pembaca untuk menyampaikan visi dan misi cerpen itu dengan baik. Penting untuk memahami dengan baik hal-hal yang harus diperhatikan ketika membaca cerpen.

Selanjutnya : Mengurai Hakikat Pengertian Reformasi Birokrasi
Sebelumnya: Foto Tokoh Perumus Pancasila
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar