Hal Menarik dalam Kisah Hidup HOS Cokroaminoto


Meski ia berkedudukan sebagai seorang pejabat seperti ayahnya yang seorang priyayi, namun, ia pun mundur dari kedudukannya sebagai pejabat karena tidak menyukai praktik sembah-jongkok, ingin tahu alasannya? Berikut infonya untuk Anda.

HOS Cokroaminoto lahir dari keluarga priyayi Ponorogo pada tahun 1882. Kepanjangan HOS dalam namanya memiliki kepanjangan Haji Oemar Said. Awalnya ia mengikuti jejak ayahnya sebagai priyayi dengan menjadi pejabat pangreh praja pada 1900. Ada banyak hal menarik dalam kisah hidup HOS Cokroaminoto, salah satunya adalah ketika ia pun mundur dari kedudukannya sebagai pejabat karena tidak menyukai praktik sembah-jongkok yang dianggap Cokroaminoto berbau feodal.

Setelah berdirinya SI (Serikat Islam), ia kemudian masuk ke SI dan menjadi pemimpin SI. HOS Cokroaminoto banyak dipuja karena dianggap sebagai guru yang baik, pandai memikat massa, dan ia juga ‘melahirkan’ banyak tokoh di masa pergerakan dan awal kemerdekaan. Tokoh-tokoh hasil didikannya atau yang banyak menyerap ilmu darinya contohnya seperti Sukarno, Musso-Alimin, dan Kartosuwiryo. Namun, murid-muridnya ini pernah bertarung di Madiun, pertarungan antara Nasionalisme Sukarno, Komunis Musso, dan Islam Kartosuwiryo. Hal ini pun menjadikat isyarat jika pembelajaran dari Cokroaminoto ditafsirkan berbeda oleh murid-muridnya.

Cokroaminoto dikenal sebagai sosok yang memiliki suara bariton yang berat yang mana ketika berorasi bisa didengar oleh ribuan orang meskipun tanpa menggunakan mikrofon. Di bawah kepemimpinannya juga, SI (Sarekat Islam) menjadi organisasi besar dan mendapatkan pengakuan dari kolonial.

Pada tahun 1921, Cokroaminoto ditangkap penguasa Belanda dan dipenjara, namun pada April 1922 ia dibebaskan. Setelah bebas, ia tak kembali ke Yogyakarta, dan memilih untuk membuat markas baru di Kedung Jati, sebuah kota kecil strategis yang menjadi titik pertemuan jalur kereta api Yogyakarta dan Semarang.

HOS Cokroaminoto disebut Belanda sebagai raja tanpa mahkota, ini tentu saja tak berlebihan karena Cokroaminoto adalah sosok yang cerdas dan bersemangat. Disegani tak hanya kawa tetapi juga lawan. Setelah bergabung dengan SI. Orang-orang pun menyebutnya sebagai Gatotkoco Sarekat Islam. Cokroaminoto adalah sosok yang radikal dan selalu menentang penindasan dan kebiasaan yang menindas rakyat.

Demikian beberapa hal menarik dalam kisah hidup HOS Cokroaminoto yang bisa diteladani, menjadi seorang manusia yang berjuang menghapus penindasan rakyat dengan cara dan pemikirannya, menjadi orang yang disegani kawan dan lawan. Semoga bermanfaat

Selanjutnya : Manfaat Minyak Ikan Ibu Hamil
Sebelumnya: Fenomena Penyakit Chikunguya di Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar