Hamil pada Saat Haid


Ketika seorang wanita terlambat datang bulan atau haid, banyak sekali yang merasa kegirangan karena prasangka kehamilan. Tetapi ternyata ada juga yang mengalami kehamilan pada saat haid. Maksud dari kehamilan ketika haid adalah seorang wanita tetap mengeluarkan bercak darah dari rahim walaupun didiagnosa sedang hamil. Secara medis hal itu sulit terjadi karena menstruasi adalah luruhnya dinding rahim karena tidak terjadi pembuahan dan akibat pengaruh hormon.

Hamil Saat Haid

Tanda-tanda kehamilan cukup beragam dan berbeda pada tiap wanita. Ciri-ciri umum antara lain sebagai berikut.

  • Sering merasa lelah padahal sebelumnya memiliki vitalitas tubuh yang baik.
  • Mual-mual di pagi hari atau populer disebut morning sickness.
  • Sering buang air kecil.
  • Sakit kepala dan nyeri di area punggung, dan lain sebagainya.

Menurut paramedis, kemungkinan hamil sambil mengeluarkan darah haid sangatlah kecil. Hal itu juga disebut bukanlah hal yang wajar. Ketika seorang wanita mengandung, sel telur tidak akan rusak dan berarti tidak mengeluarkan darah. Jika terjadi pendarahan ketika anda hamil, anda perlu memeriksakan diri ke dokter.

Telah dijelaskan sebelumnya jika terjadi pedarahan saat anda hamil kemungkinan bukanlah darah menstruasi. Pendarahan vagina pada awal kehamilan kadang tejadi karena sebab-sebab tertentu. Prosentase kejadiannya sekitar 25 sampai 30 persen wanita hamil.

Bercak darah yang timbul ketika kehamilan bisa terjadi karena beberapa faktor. Faktor pertama adanya implantasi embrio dimana sel telur yang telah dibuahi sedang melakukan pelekatan pada dinding rahim, kehamilan ektopik atau kehamilan di luar dinding rahim (sel telur yang telah dibuahi melakukan implantasi di luar rahim), proses keguguran, efek penggunaan pil KB, dan trauma atau robekan pada dinding vagina yang disebabkan hubungan intim, pap smear dan lain-lain.

Uniknya lagi, pasca melahirkan kadang wanita tidak langsung mendapat menstruasi. Hal ini dipengaruhi karena proses memberi ASI eksklusif pada bayi. Pada proses menyusui, proses ovulasi akan terhambat sehingga tidak menimbulkan pelepasan sel telur dan peluruhan dinding rahim.

Jika anda mengalami pendarahan selama kehamilan, atau hamil pada saat haid, maka perlu konsultasi kepada dokter atau bidan. Walaupun pendarahan telah berhenti, anda harus terus memeriksa. Jika berkembang menjadi nyeri, maka anda perlu mendapat perawatan medis.

Selanjutnya : Semua Judul Film Suzanna Jaman Dulu
Sebelumnya: Macam-Macam Minuman Keras Luar Negeri: Brendi
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar