Hukum-hukum Perkawinan dan Perceraian dalam Islam


Salah satu sunnah rasul bagi umat Islam adalah melaksanakan perkawinan (pernikahan) yang didasari pada ketaatan dan keimanan pada Allah Swt.

Dalam sebuah pernikahan, ada istilah ijab qabul, yang merupakan akad nikah sebagai syarat sahnya pernikahan sesuai dengan hukum Islam yang berlaku.

Di dalam Islam, dikenal juga perceraian, yakni berasal dari kata cerai yang berarti pisah. Di mana, suami istri yang telah menikah sebelumnya, karena perkara tertentu memutuskan untuk berpisah. Berikut penjelasan mengenai hukum perkawinan dan perceraian dalam Islam.

Pernikahan dan Perceraian dalam Islam

Seperti yang telah kita ketahui bersama, Nabi Muhammad Saw., sangat menganjurkan bagi umatnya yang telah baligh untuk menikah. Anjuran menikah banyak kita jumpai pada ayat-ayat di dalam Al-Qur’an, sebagai mana pengertian ayat berikut.

hukum perceraian dan perkawinan1

hukum perceraian dan perkawinan2

Dari penjelasan ayat-ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa menikah merupakan suatu hal yang dianjurkan oleh Allah Swt., bahkan kepada para rasul-rasul terdahulu agar mereka (umat manusia setelahnya) mendapat keturunan. Bahkan, menikah merupakan karunia yang diberikan Allah Swt. kepada manusia.

Akan tetapi, sebuah pernikahan belum tentu akan berjalan sesuai dengan harapan. Adakalanya terjadi perselisihan antara suami istri. Perselisihan tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Hingga akhirnya, pernikahan yang telah dibangun harus kandas di meja pengadilan.

Perceraian, kendati pun diperbolehkan dalam Islam, tetapi dibenci oleh Allah Swt. Istilah perceraian dalam Islam disebut talak atau furqah. Hanya saja, dalam Islam, hukum talak ini diatur sedemikian rupa.

Di mana, talak dibagi menjadi talak wajib, sunnah, makruh, haram, serta mubah, yang semuanya bergantung pada kondisi dan sebab akibat yang menjadikan sebuah pernikahan harus diakhiri dengan perceraian.

Hukum perkawinan dan perceraian secara lebih jelas bisa kita pelajari lewat buku-buku yang menerangkan hal ikhwal perkara ini. Atau, kita bisa menanyakan pada pada petugas KUA dan para alim ulama yang lebih mengerti mengenai persoalan ini.

Selanjutnya : Sekilas Informasi tentang Winrar Archiver
Sebelumnya: Mereguk Royalti Hasil Penjualan Novel
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar