Hukum Islam tentang Cerai


Hukum Islam tentang cerai adalah menjelaskan bahwa perceraian atau talak adalah hal yang memang diperbolehkan, namun merupakan hal yang dibenci oleh Allah untuk dilakukan. Cerai merupakan salah satu solusi atau jalan keluar terakhir terhadap permasalahan yang ada di dalam rumah tangga.

Saling Menghargai dan Memahami

Di dalam sebuah ikatan suci pernikahan, akan ada suami dan istri yang semuanya memiliki ego dan perasaan masing-masing. Sikap dasar yang harus diutamakan dalam kehidupan pernikahan adalah saling memahami satu sama lain. Sikap saling memahami ini adalah untuk menghindarkan dari timbulnya permasalahan keluarga.

Permasalahan keluarga dapat diselesaikan dengan sebuah diskusi dari hati ke hati antara suami dan istri. Semuanya harus dapat untuk mengesampingkan ego masing-masing. Yang menjadi tujuan adalah untuk mencari jalan keluar masalah dan bukan untuk menimbulkan masalah baru.

Peran Penengah

Jika dianggap bahwa pasangan suami istri tersebut tidak mampu untuk menyelesaikan masalahnya maka dapat dihadirkan orang ketiga sebagai penengah. Orang ini adalah orang dianggap oleh suami istri dapat menjadi penengah akan masalah yang dialami oleh suami danistri tersebut. Akhirnya, sampai pada sebuah batas untuk menyelamatkan pernikahan yang ada.

Sedangkan ketika kedua jalan tersebut sudah dijalani namun ternyata seakan suami istri sudah tak dapat lagi menemukan jalan keluar akan masalah mereka dan keduanya bahkan memiliki pemikiran bahwa jalan perpisahan adalah jalan yang paling baik untuk keduanya, maka perceraian adalah jalan terakhir.

Adanya Talak

Dalam hal ini, perceraian adalah hal terakhir yang dapat ditempuh di dalam permasalahan yang timbul di dalam kehidupan rumah tangga. Jika memang sudah dianggap tak ada lagi hal baik di antara keduanya dan kebaikan akan didapat di dalam perpisahan maka perceraian adalah hal yang dibolehkan.

Di dalam Islam mengatur adanya cerai atau talak dengan tiga jenis yaitu talak satu, talak dua dan talak tiga. Pembagian tala satu, dua dan tiga ini berdasarkan pada pengucapan kalimat talak yang dilakukan oleh suami kepada istrinya. Setelah talak satu dan dua, suami istri masih bisa rujuk atau bersatu kembali. Namun, setelah talak tiga maka suami tak dapat menikahi lagi istrinya sebelum istrinya menikah dan bercerai dengan orang lain. demikianlah bagaimana hukum Islam tentang talak.

Selanjutnya : Hukum Perkawinan Islam
Sebelumnya: Jus Buah dan Sayur untuk Menurunkan Berat Badan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar