Hukum Memanggil Kekasih Panggilan Sayang


Hukum memanggil kekasih panggilan sayang adalah diperbolehkan bahkan dianggap seabgai sesuatu yang mampu mendatangkan pahala. Namun, yang perlu diketahui bahwa kekasih yang dimaksud di sini adalah suami atau istri dan bukanlah seorang pacar.

Pandangan Agama

Pacar bukanlah orang yang diperbolehkan untuk melakukan panggilan sayang ataupun melakukan tindakan kasih sayang layaknya seorang suami dan istri. Pacaran sendiri bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sebagai suatu bentuk kasih sayang dan diperbolehkan dalam agama.

Agama Islam menganjurkan seseorang yang ketika mencukupi umurnya untuk melakukan sebuah pernikahan. Dengan adanya pernikahan maka hubungan antara kedua kekasih tersebut sudah halal dan boleh melakukan apa saja termasuk memanggil kekasihnya dengan panggilan sayang.

Dengan adanya pernikahan juga menandakan bahwa sang kekasih telah resmi menjadi milik pribadi dan bukan lagi milik orang lain termasuk orangtua. Hal ini yang terkadang tidak disadari oleh banyak orang yang sedang pacaran.

Fenomena Pacaran

Ketika pacaran bukan berarti pacar tersebut resmi menjadi milik kita karena secara status tidak ada ikatan yang jelas. Sebenarnya, seseorang yang melakukan pacaran adalah dalam keadaan yang merugi.

Kerugian tersebut terutama diderita oleh wanita karena akan menghentikan orang lain untuk memilikinya. Padahal, ada kemungkinan orang lain tersebut lebih baik dan lebih cocok untuk dijadikan sebagai pasangan hidup.

Kerugian lainnya adalah bermain dengan perasaan. Seseorang akan merasa senang tetapi juga merasakan sakit yang luar biasa akibat pacaran. Bukan berarti setelah menikah tidak akan ada sakit hati tetapi dalam pernikahan ada usaha untuk memperbaiki apa yang kita miliki.

Lain halnya dalam sebuah ikatan pacaran yang tidak ada tuntutan sama sekali. Banyak kasus korban hamil di luar nikah atau yang lainnya akibat pihak pria tidak mau bertanggung jawab. Hal ini bisa terjadi akibat adanya pacaran yang kelewat batas.

Jika seseorang memang benar merasa mencintai orang lain maka sudah pasti hal yang dilakukannya adalah melamar dan menikahinya. Hal ini dilakukan agar orang yang dikasihinya tersebut akan resmi menjadi miliknya dan tidak ada orang lain yang bisa mengambilnya.  Jadi, hukum memanggil kekasih panggilan sayang adalah boleh selama kekasih tersebut adalah seorang suami atau istri kita.

Selanjutnya : Kisah Hinata Hyuga
Sebelumnya: Bagaimana Pembuatan Film Titanic?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar