Hukum yang Tidak Diperbolehkan Ulang Tahun dalam Islam dan Dalil

Hukum yang tidak diperbolehkan ulang tahun dalam islam dan dalil. Sebagian orang dalam masyarakat kita semakin akrab dengan budaya perayaan hari lahir atau yang akrab disebut dengan perayaan ulang tahun. Bagaimana agama islam mengatur hukum mengenai perayaan ulang tahun? Sebagian masyarakat kita memiliki anggapan bahwa merayakan ulang tahun adalah kebiasaan yang lumrah, sebagian lagi beranggapan hal itu adalah suatu tradisi yang harus dilakukan.

Perayaan Ulang Tahun

Kebiasaan merayakan hari ulang tahun memang bukan asli ajaran islam. Hukum yang tidak diperbolehkan ulang tahun dalam islam dan dalil disebabkan oleh dua hal. Hukum yang pertama tidak diperbolehkannya merayakan ulang tahun menurut islam karena budaya tersebut bukan merupakan kebiasaan yang berasal dari agama islam.

Ulang tahun merupakan tradisi bangsa eropa yang sejak dulu dilakukan oleh raja-raja di kerajaan wilayah Eropa. Perayaan hari lahir dilakukan oleh para raja dan bangsawan dengan menggelar pesta besar dan mewah dengan mengundang banyak tamu serta menghidangkan berbagai makanan. Perayaan ulang tahun dianggap sebagai tindakan meniru bangsa barat dan pelaksanaannya menjadi tidak diperbolehkan sesuai hadist rosululloh.

hadis

Berdasarkan hadist diatas, telah jelas bahwa setiap perbuatan yang menyerupai suatu kaum, dalam hal ini perayaan ulang tahun menyerupai dengan tradisi barat, tradisi yang dijalankan orang nasrani maka seseorang itu menjadi bagian dari bangsa yang ditirunya. Hal itulah yang menjadi alasan mengapa perayaan ulang tahun sebaiknya tidak perlu dilakukan. Sebagian ulama juga menambahkan mengenai hukum perayaan ulang tahun dalam agama islam.

Pada zaman Rasulullah tidak pernah ada mengenai perayaan ulang tahun sehingga perbuatan merayakan ulang tahun meskipun itu diniatkan sebagai ibadah maka memiliki 2 larangan. Hukum yang tidak diperbolehkan ulang tahun dalam islam dan dalil menjadi yang kedua, jika ulang tahun diniatkan sebagai ibadah untuk bersedekah kepada orang lain menjadi memiliki 2 larangan yaitu larangan yaitu menambah hari perayaan dan merupakan suatu bid’ah karena tidak dilakukan pada masa nabi.

Ulang tahun menjadi haram hukumnya apabila dijadikan sebagai salah satu ibadah karena tidak terdapat tuntunan Rosulullah di dalamnya. Begitu juga perayaan hari ulang sebenarnya tidak terdapat dalam agama islam. Pada zaman perang salib Sholahudin AlAyyubi pernah mengadakan peringatan hari lahir nabi untuk menyulut semangat prajurit islam dalam menghadapi pasukan nasrani. Maulid nabi pada masa ini  tidak dilakukan dalam rangka bermewah-mewahan. Tetapi bertujuan dakwah.

Hukum yang tidak diperbolehkan ulang tahun dalam islam dan dalil menunjukkan kepada kita jika dalam islam memang tidak ada perayaan ulang tahun. Memperingati hari lahir cukup dijadikan sebagai momentum perbaikan dan peningkatan diri.

Loading...
Selanjutnya : Manfaat dari Aplikasi Persamaan Bernoulli
Sebelumnya: Apakah Kecambah Penyebab Kemandulan?
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar