Seberapa Dekat Punk Terhadap Ideologi Anarkisme


Di Indonesia, anarkisme dikaitkan dengan tindakan perusakan atau kerusuhan yang terjadi. Sementara menurut para pencetusnya, seperti Mikhail Bakunin, ideologi anarkisme lebih kepada suatu paham yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara. Paham ini memandang negara sebagai suatu kediktatoran legal yang mesti dihancurkan. Ketiadaan aturan adalah suatu format yang mampu diterapkan dalam sistem sosial agar terciptanya kebebasan individu dan kebersamaan sosial.

Hubungan antara punk dan anarkisme sangatlah dekat. Psikolog Rusia, Pavel Semenov, mempunyai simpulan bahwa manusia menggunakan dua cara dalam menjawab rasa pengetahuannya. Pertama, meneliti lingkungan kemudian hasil penelitiannya itu diatur berdasarkan ilmu pengetahuan atau secara rasional. Kedua, menata ulang lingkungan sekitarnya dengan maksud menciptakan suatu hal yang baru atau seni.

Dari kedua defenisi ini maka punk masuk dalam kategori kedua. Pada awalnya, para penganut punk mempunyai gaya hidup serta pola pikir yang hampir mirip dengan gerakan seni avant-garde, mereka menggunakan dandanan yang heboh untuk mengaburkan batas antara idealisme dengan realitas sekaligus mematahkan kemampanan hidup. Bagi mereka, cara berpenampilan menggambarkan pola pikir.

Bila melihat pada kenyataan, musik punk sangat berwarna protes terhadap kehidupan yang tidak adil, kemarahan, kelas pekerja, pengangguran, dan depresi hidup. Bahkan mereka menyindir pemerintah secara terang-terangan. Mereka mengangkat isu-isu berhubungan dengan feminisme, lingkungan hidup, antiperang, dan kecaman terhadap kapitalisme. Kaum punk melakukan pemberontakan kepada penguasa karena mereka merasa kehidupan mereka dirampas. Pemberontakan biasanya terjadi secara spontan dan tanpa terorganisasi namun melibatkan banyak orang seperti pemogokan dan kerusuhan.

Para punker sendiri memahami anarkisme sebagai hidup tanpa pengekang baik dalam berpolitik maupun dalam kehidupan pribadi. Pemahaman kaum punk terhadap ideologi anarkisme ini kemudian memberi warna tersendiri dalam ideologi tersebut yakni anarko-punk. Gerakan ini merupakan gerakan yang menyebarkan ide-ide anarkisme dengan penggabungan antara musik dengan gerakan politik anarkisme.

Sekalipun tidak semua punk disebut anarkis namun pengaruh anarkisme sangat kuat dalam punk sendiri. Dan sebaliknya, pada masa sekarang kaum punk memiliki pengaruh kuat terhadap ideologi anarkisme kontemporer.

Memang, pada kebanyakan para punker menggunakan kekerasan dalam aksi protes mereka tetapi beberapa anarkis yang tidak menjadikan kekerasan sebagai jalan keluar. Beberapa anarkis ini menganggap punk seharusnya hidup secara bebas, tidak diperbudak, tidak ada majikan, mengusung persamaan hak, mengentas kemiskinan, dan kesetaraan hidup.

Selanjutnya : Persiapan Pernikahan bagi Muslim
Sebelumnya: Manfaat Tenaga Air Ombak
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar