Ijtihad dan Syarat-Syaratnya

Ijtihad dan syarat-syaratnya adalah bagian daripada pembahasan dalam kajian ilmu ushul fiqh. Ilmu ushul fiqh sendiri merupakan produsen daripada hasil hukum pada ilmu fiqh.

Artinya ketika menentukan hukum akhir pada shalat misalnya berdosa bagi yang tidak mengerjakannya dan berpahala bagi yang mengerjakannya merupakan awalnya melalui penggalian hukum yang dilakukan dalam kacamata ilmu ushul fiqh. Ilmu Ushul fiqh memiliki arti ilmu sebagai dasar-dasar atau usul daripada fiqh.

Kajiannya sangat banyak dalam ilmu ini, namun manfaatnya sangat besar. Karenanya ilmu ini menjadi salah satu yang dijadikan syarat apabila seseorang hendak menjadi mufassir atau penafsir Al-Qur’an harus menguasai ilmu ini selain menguasai ilmu-ilmu lainnya seperti ilmu bahasa Arab (nahwu sorof), dan ulumul qur’an dan kajian keilmuan lainnya yang melengkapi syarat seseorang menjadi mufassir.

Apa itu Pengertian Ijtihad?

Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya bahwa kalau membahas ijtihad berarti membahas salah satu kajian bahasan dalam ilmu ushul fiqh. Adapun ijtihad secara bahasa dapat diartikan sebagai daya dan kemampuan sekaligus dapat pula diartikan sebagai kesulitan.

Dari makna secara bahasa tersebut dapat ditarik maknanya secara istilah dimana ijtihad dapat diartikan yakni suatu usaha sungguh-sungguh yang mengerahkan segala kemampuan daya dan kekuatan untuk memecahkan suatu persoalan yang sangat sulit terutama yang berkenaan dengan masalah-masalah hukum Islam.

Hal ini terjadi karena hukum yang dicari tersebut belum terumuskan pada zaman nabi, sehingga dibutuhkan segala kemampuan untuk menemukan hukumnya. Namun jangan salah dalam hal ini seseorang yang melakukan usaha ijtihad ini adalah mereka yang melegitimasi sebagai mujtahid julukan mereka.

Jadi bukan sembarang orang bisa dengan lantang telah melakukan ijtihad. karena untuk menjadi mujtahid perlu menguasai beberapa cabang keilmuan Islam. Hal ini adalah penting karena hasil ijtihad ulama ini akan menjadi pegangan bagi umat. Jadi dikhawatirkan kalau orang sembarangan mengatakan hasil pemikirannya adalah ijtihad malah bisa menyesatkan orang lain nantinya.

Syarat-Syarat Menjadi Mujtahid

Sebagaimana dibahas pada bagian sebelumnya tentang ijtihad dan syarat-syaratnya maka pada bagian ini akan menerangkan syarat-syarat seseorang yang boleh menjadi mujtahid:

1. Mereka adalah orang yang cakap dalam mengetahui hukum-hukum dalam Islam yang terdapat dalam nash (Al-Qur’an dan al-hadits).

2. Mengetahui kajian keilmuan nasakh dan mansukh, jadi dapat melihat mana hukum yang telah dihapus dengan ketentuan hukum lainnya dalam nash.

3. Telah mengetahu tentang masalah yang dikaji tidak bertentangan dengan ijma’ ulama.

4. Menguasai qiyas sebagai ilmu analogi.

Demikianlah pembahasan tentang ijtihad dan syarat-syaratnya yang singkat ini. Semoga bermanfaat bagi para calon mujtahid sekalian.

Loading...
Selanjutnya : Apakah Batu Ginjal Dapat Menyebabkan Diare?
Sebelumnya: Mengganti Foto Wajah Online
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar