Infaq Diberikan kepada Siapa Saja

Agama Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menyisihkan sebagian hartanya untuk berbagi. Salah satunya adalah dengan cara yang disebut infaq. Infaq diberikan kepada siapa saja, sesuai dengan niat atau tujuan si pemberi infaq. Mengeluarkan infaq bisa dilakukan oleh siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak, kaya ataupun miskin. Berinfak merupakan salah satu bentuk rasa syukur nikmat. Selain itu, kebiasaan berinfak dapat memupuk rasa peduli kepada sesama.

Pengertian Infaq Diberikan kepada Siapa Saja

Istilah infaq berasal dari Bahasa Arab, anfaqa, yang memiliki arti mengeluarkan sesuatu untuk kepentingan tertentu. Sedangkan secara syariat, infaq memiliki arti mengeluarkan sebagain harta yang dimiliki untuk suatu tujuan atau kepentingan tertentu yang dianjurkan dalam ajaran agama Islam. Harta yang dimaksud di sini antara lain adalah penghasilan atau gaji yang diperoleh, baik dari berdagang maupun upah dari pekerjaan.

Jika dilihat dari segi hukum syariat, ada dua kategori infaq, yaitu infaq wajib dan infaq sunnah. Yang termasuk ke dalam infaq wajib misalnya adalah zakat, nazar, dan kafarat. Sementara yang termasuk ke dalam infaq sunnah misalnya adalah infaq kepada fakir miskin, infaq kemanusiaan, infaq pendidikan, dan sebagainya.

Allah SWT berfirman dalam Alqur’an surat Ali Imran ayat 134 yang jika diterjemahkan mengandung arti bahwa Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Kebajikan di sini maksudnya adalah menafkahkan sebagian hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, serta menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain.

Perbedaan Infaq dan Zakat

Infaq dan zakat sama-sama memiliki arti mengeluarkan sejumlah harta, namun memiliki beberapa perbedaan mendasar. Zakat memiliki syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi oleh si pembayar zakat. Selain itu, zakat juga harus diberikan kepada orang yang memiliki kriteria yang telah ditetapkan sebagai orang yang berhak menerima zakat. Telah diketahui bahwa ada 8 golongan yang berhak menerima zakat, yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, hamba sahaya, gorimin, fisabilillah, dan ibnu sabil.

Berbeda dengan zakat, infaq diberikan kepada siapa saja. Misalnya kepada orang tua, anak yatim, orang yang kena bencana alam, maupun fakir miskin. Dalam infaq, tidak ada ketentuan yang mengikat mengenai jumlah atau batasan harta yang diinfaqkan seperti yang berlaku pada zakat. Tidak ada syarat atau kriteria bagi si pemberi infaq sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja dari kalangan apa saja. Waktu pemberiannya pun bisa dilakukan kapan saja.

Loading...
Selanjutnya : Berkenalan dengan Merek Inez Kosmetik
Sebelumnya: Penggunaan Bahasa Belanda di Indonesia Hingga Sekarang
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar