Kontroversi Injil Bahasa Ibrani dan Kitab-kitabnya

Injil bahasa Ibrani adalah alkitab bagi orang Kristiani dengan bahasa Ibrani dan bahasa Aram yang merupkan kitab suci umat Yahudi. Pada dasarnya, kata kitab berasal dari bahasa Arab, alkitaabu. Secara etimologis berarti buku atau kitab.  Injil merupakan kitab yang menggunakan bahasa Ibrani dan dianggap sebagai kitab pertama dari injil perjanjian lama dan perjanjian baru.

Injil terbagi menjadi dua, yaitu kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kedua kitab tersebut menjadikan agama kristiani memiliki banyak aliran. Agama nasrani juga terbagi menjadi dua, yaitu Katolik dan Protestan. Banyak pihak yang mengatakan jika injil yang ada sekarang telah mengalami banyak perubahan dan ada manipulasi manusia di dalamnya.

Jenis-jenis Injil

Selain injil bahasa Ibrani, ada beberapa jenis alkitab atau injil yang dipercaya oleh kaum kristiani. Contohnya adalah injil Matius dan injil Barnabas. Injil matius merupakan salah satu dari keempat injil Perjanjian Baru. Injil Matius adalah injil yang memiliki urutan pertama, kemudian ada injil Markus, Lukas, dan Yohanes. Berbeda dengan injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, injil Barnabas adalah injil berbahasa Italia yang dianggap memiliki banyak kesalahan. Para ahli menganggap bahwa injil Barnabas tdak dapat dibandingkan dengan keempat injil atau alkitab yang  telah ada.

Kontroversi Injil sebagai Kitab Suci

Banyak pihak berpendapat jika injil yang ditulis pada Perjanjian Baru, tidak memiliki isi yang aktual dan tepat akibat penerjemahan ke berbagai bahasa. Penafsiran yang dilakukan dalam penerjemahan ditakutkan akan menimbulkan kesalahpahaman. Ideologi berbeda dan falsafah yang dianggap sedikit berbeda, membuat beberapa pihak takut dengan kebenaran isi Injil pada masa kini.

Akan tetapi, hal tersebut mendapat sanggahan, seperti yang tercantum dalam blog http://www.mahasiswakeren.com/artikel/215alkitab.html, bahwasanya injil saat ini juga memiiki kelebihan. Kelebihan tersebut adalah sebagai berikut.

1.    Terdapat lebih dari 24 ribu salinan manuskrip.

2.    Isi dari setiap manuskrip memiliki kemiripan dan hubungan yang erat satu sama lain.

3.    Tanggal dibuatnya manuskrip hampir berdekatan dengan tahun asli dalam tiap kisahnya.

Bagaimanapun isinya, para umat kristiani tetap menjaga dan saling menghormati perbedaan masing-masing. Perbedaan cara beribadah antara umat Katolik dan Protestan, menjadikan umat kristiani juga belajar menghargai cara berpikir masing-masing. Apalagi, agama adalah sebuah penyelamat dengan Tuhan sebagai pelindungnya.

Demikianlah penjelasan mengenai injil bahasa Ibrani. Semoga hal tersebut dapat menambah wawasan dan bermanfaat bagi pembaca.

Loading...
Selanjutnya : Organ Yang Berperan Dalam Sistem Ekskresi
Sebelumnya: Inilah Tokoh Ulama Besar di Indonesia
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar