Isi Drama Malin Kundang dan Para Tokoh-tokohnya


Hikayat Malin Kundang merupakan dongeng tradisional khas Indonesia. Sebagian besar masyarakat pasti sudah mengetahui akhir cerita kisah ini, dimana si Malin Kundang yang durhaka ahirnya dikutuk oleh ibunya menjadi batu.

Tetapi apakah Anda mengetahui isi drama Malin Kundang dan para tokoh-tokohnya secara lengkap? Berikut ini akan diulas secara singkat mengenai cerita Malin Kundang tersebut.

Asal cerita Malin Kundang ini adalah dari Sumatera Barat, tepatnya di Padang. Bahkan batu yang konon merupakan sisa-sisa kapal Malin Kundang dapat ditemukan di Padang, tepatnya di pantai Air Manis.

Selain itu juga terdapat batu berbentuk orang yang sedang sujud tertelungkup yang dilansir sebagai sosok Malin Kundang yang terkena kutukan.

Cerita mengenai Malin Kundang ini pernah dipentaskan dalam lakon Malin Kundang di tahun 1978 dan lakon Puti Bungsu di tahun 1979 oleh seorang dramawan dan sastrawan bernama Wisran Hadi.

Selain itu, pada tahun 2012 teater Indonesia Kita yang dimotori oleh Butet Kertaredjasa dan Agus Noor pun mengadaptasi naskah ini dengan lakon Maling Kondang di tahun 2012, dengan begitu banyak sindiran pada situasi politik masa kini tentunya.

Kisah ini dimulai di suatu desa nelayan terpencil di Sumatera Barat. Demi mencari penghasilan keluarga, ayah Malin Kundang pun merantau ke negeri seberang namun tidak pernah kembali.

Sehingga sang ibu pun menggantikan tugas sang ayah dalam mencari nafkah. Malin pun iba dengan ibunya dan memutuskan untuk pergi merantau demi menafkahi keluarganya.

Dengan menumpang kapal saudagar, Malin pun belajar berbagai ilmu pelayaran pada awak kapal yang berpengalaman. Tetapi ternyata kapalnya diserang bajak laut, harta benda pun dirampas dan banyak nyawa awak kapal yang direnggut oleh mereka.

Namun Malin berhasil selamat dan terdampar di desa yang subur. Maka dia pun merintis usaha sendiri hingga menjadi kaya raya dan mempersunting gadis menjadi istrinya.

Pada suatu ketika, dia pulang ke kampung halaman, ibunya pun senantiasa menyambutnya dengan penuh suka cita namun masih menggunakan pakaian yang lusuh dan kotor.

Malin pun malu mengakui sang ibu di depan istri dan para anak buahnya. Ketika Malin mengelak dan marah, maka ibunya pun mengutuknya menjadi batu. Demikianlah isi drama Malin Kundang dan para tokoh-tokohnya.

Selanjutnya : Negara Berkembang Albania, Belarus, Denmark di Berbagai Bidang
Sebelumnya: Kata-Kata Cinta Ingin Dijaga Perasaan
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar