Benarkah Janin Keras Tanda Kontraksi?

Benarkah janin keras tanda kontraksi? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, sebaiknya dipahami dulu apa itu kontraksi dan apa penyebabnya. Secara umum, kontraksi bisa digunakan sebagai tanda dimulainya proses persalinan.

Kontraksi sendiri diakibatkan karena meregangnya otot rahim sebagai otot terbesar dalam tubuh wanita. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa kontraksi adalah proses meregangnya otot rahim, singkatnya tak ada istilah yang menunjukkan kondisi janin keras tanda kontraksi.

Loading...

Kontraksi sebenarnya proses yang terjadi secara alamiah, proses yang menyebabkan kondisi otot rahim meregan dan mengecil ini, akan membuat serviks terbuka. Terbukanya serviks yang diikuti dengan peregangan dan pengecilan rahim pada akhirnya akan mendorong bayi menuju saluran kelahiran.

Kendati demikian, kontraksi ternyata tidak hanya terjadi menjelang persalinan. Sebab, banyak jenis kontraksi yang terjadi selama masa kehamilan, yaitu:

Kontraksi Dini

Kontraksi dini biasa terjadi di masa awal kehamilan atau trismester pertama. Penyebabnya adalah penyesuaian tubuh terhadap perubahan janin yang dikandungnya. Kontraksi seperti ini terjadi karena peregangan ligamen di sekitar rahim.

Peregangan ini bisanya diikuti dengan perut yang terasa kembung, konstipasi juga dehidrasi. Pemeriksaan lebih lanjut terhadap kontraksi seperti ini sangat diwajibkan jika diikuti dengan bercak darah.

Kontraksi Palsu

Braxton-Hick adalah istilah lain untuk menyebut kontraksi palsu yang terjadi saat kehamilan memasuki usia 32 hingga 34 minggu. Meski waktunya tidak dapat diprediksi, namun kontraksi palsu biasanya terjadi sekitar 30 menit sekali dengan lama waktu 30 detik.

Saat terjadi kontraksi palsu, ibu hamil akan merasakan rasa nyeri seperti yang terjadi ketika haids.jika kontraksi ini tidak berlangsung lama dengan interval yang memendek dan tidak terlalu kuat, maka persalinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Cara terbaik yang bisa dilakukan saat mengalami kontraksi seperti ini adalah berendam dengan menggunakan air hangat. Namun, jika kontraksi yang terjadi bertambah kuat dengan interval yang semakin pendek, maka kontraksi tersebut bisa digunakan sebagai petunjuk berlangsungnya masa persalinan.

Kontraksi Saat Berhubungan

Kontraksi sebenarnya bisa saja terjadi saat melakukan hubungan suami-istri. Kontraksi seperti ini sangat wajar dan tak akan menyebabkan bayi lahir prematur. Tentu saja selama kontraksi yang dialami terjadi dalam kehamilan yang sehat tanpa adanya tanda-tanda komplikasi.

Demikianlah beberapa ulasan mengenai jenis-jenis kontraksi yang terjadi selama masa kehamilan. Semoga uraian di atas bisa menjelaskan pertanyaan “benarkah janin keras tanda kontraksi?”

Loading...
Selanjutnya : Artis Termiskin di Indonesia 2012 dan Terkaya 2012
Sebelumnya: Yuni Shara yang Lahir dari Artis Kampung Jawa Timur
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar