Jenis-jenis Erupsi Gunung Merapi


Jenis-jenis erupsi gunung merapi merupakan bentuk-bentuk letusan yang terjadi saat gunung meletus. Tiap-tiap gunung merapi akan memiliki jenis letusannya sendiri-sendiri. Dan, pada akhirnya sisa letusan tersebut yang akan menciptakan bentuk permukaan dari gunung dan wilayah sekitarnya.

Berikut beberapa jenis erupsi yang terjadi pada tiap-tiap gunung merapi. Di antaranya yakni:

1.  Erupsi Strombolian

Bentuk erupsi strombolian sesungguhnya tidak terlalu membahayakan. Pada erupsi ini, gunung hanya memuntahkan lava dalam jumlah yang kecil saja. Ketinggian erupsi sekitar 15 hingga 90 meter ke udara dengan interval yang pendek. Kendati erupsi ini bukanlah erupsi yang membahayakan, namun dentumannya cukup besar, menyerupai suara bom.

2.  Erupsi Plinial

Bentuk erupsi Plinial termasuk erupsi yang sangat berbahaya. Letusannya yang dahsyat mampu membuat merusak wilayah sekitar gunung dan mengancam nyawa makhluk hidup yang tinggal di sana. Baik hewan maupun manusia. Erupso Plinial ditandai dengan asap tebal yang keluar dari puncak gunung. Lalu, berangsur-angsur debu vulkanik akan berterbangan dan kemudian lava mengalir cepat, menuruni lereng-lereng gunung. Lava inilah yang akan menghancurkan apa saja yang dilaluinya. Erupsi Plinial dapat berlangsung dlaam hitungan jam maupun hitungan hari.

3.  Erupsi Vulkanian

Hampir sama seperti erupsi Strombolian, letusan Vulkanian berlangsung dalam interval yang pendek. Tidak terlalu membahayakan karena pada erupsi ini gunung tidak disertai oleh aliran lava seperti erupsi Plinial. Hanya magma kental dan kandungan gas yang cukup tinggi membumbung ke udara saat proses letusan terjadi.

4.  Erupsi Hawaiian

Erupsi Hawaian sesungguhnya erupsi yang cukup berbahaya. Hanya saja, saat letusan terjadi lava bergerak lamban sehingga memungkinkan warga disekita pegunangan sempat mengungsikan diri ke tempat yang lebih aman. Erupsi ini ditandai dengan semburan lava seperti kembang api ke udara. Lalu perlahan-lahan lava akan keluar dari beberapa lubang di permukaan gunung dan mengalir hingga membentuk kawah atau kolam-kolam lava di sekitar gunung. Disebut erupsi Hawaiian karena letusan seperti ini sering terjadi di pegunungan kepulauan Hawaii.

5.  Erupsi Hidrovulkanik.

Gunung di bawah samudra sangat berpotensi menghasilkan erupsi hidrovukanik. Ledakan dalam air membuat bumbungan asap tidak berlangsung lama. Namun getaran yang diciptakannya mampu memicu terjadinya longsir dan banjir bandang.

Itulah jenis-jenis erupsi gunung merapi. Semoga menjadi ilmu pengetahuan tambahan untuk kita semua.

Selanjutnya : Beberapa Universitas Kotolik Terbaik Di Dunia
Sebelumnya: Membuat Contoh Slip Gaji Sederhana
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar