Jenis-jenis Manusia Purba di Indonesia


Jenis-jenis manusia purba diklasifikasikan dalam tiga golongan yang dimulai dari manusia purba tertua hingga manusia purba terakhir. Adapun jenis-jenis manusia purba tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

1.    Pithecantropus

Manusia purba jenis ini adalah manusia purba yang usianya paling tua. Fosilnya ditemukan oleh Eugene Dubois sekitar tahun 1890-1892 di daerah Sangiran, Ngawi, Sragen, Mojokerto, dan Kedungbrubus. Phitecantropus sendiri terdiri atas Phitecantropus Erectus, Phitecantropus Robustus, dan Phitecantropus Dubuis. Ketiganya dibedakan berdasarkan tahun dan tempat penemuannya masing-masing. Secara garis besar, jenis manusia purba Phitecantropus memiliki ciri-ciri fisik dan kebiasaan tersendiri seperti berikut.

•    Tulang rahang yang terbentuk jelas dan kuat.

•    Tulang belakang menonjol seperti punuk.

•    Kening menonjol atau terlalu melengkung.

•    Bertubuh tinggi  sekitar 165-170an dengan berat tubuh dengan berat tubuh sekitar 100 kilogram.

•    Volume otaknya lebih dari 900 cc.

•     Gigi yang tajam.

•    Tidak berdagu.

•    Masa otot yang besar.

•    Hidup berpindah-pindah dan lebih banyak memakan tumbuhan daripada daging hewan.

2.    Meganthropus

Megantropus atau yang dikenal dengan Megantropus Paleojavanicus merupakan manusia purba tertua setelah Phitecantropus. Von Koeniswald adalah orang yang berjasa menemukan fosil manusia purba jenis ini di wilayah Sangiran, tahun 1936-1941. Diperkirakan Meganthropus hidup sekitar 2-1 juta tahun yang lalu. Ciri-ciri fisiki Meganthropus adalah sebagai berikut.

•    Tulang pipi yang tebal.

•    Tidak berdagu.

•    Kening yang menonjol, hampir sama dengan kening Phitecantropus.

•    Bertubuh tinggi tegap.

•    Rahang yang kuat.

•    Hidup berkoloni dan nomaden.

3.    Homo

Manusia purba yang kehidupannya paling maju diantara manusia-manusia purba jenis lainnya adalah homo. Dinamakan homo karena dari karakteristik, manusia ini telah mendekati kata sempurna. Jenis manusia purba homo terbagi atas Homo Wajakensis, Homo Soloensis, dan Homo Sapiens.  Secara garis besar cirri-cirinya, yakni:

•    Volume otak sebesar 1350 cc, menandakan manusia purab jenis ini lebih sering menggunakan akalnya untuk berpikir.

•    Berat tubuhnya sekitar 30- 150kg.
•    Wajahnya lebar dengan batang hidung yang lebar pula.

•    Kening tidak terlalu menonjol.

•    Bibir yang agak maju.

•    Kebiasaan hidupnya masih berkoloni, namun sudah mengenal pola berburu dalam mencari makan.

Demikian artikel tentang jenis-jenis manusia purba. Semoga dapat menjadi bacaan yang bermanfaat.

Selanjutnya : Bagaimana Caranya Menjadi Bijaksana
Sebelumnya: Rahasia Luar Angkasa yang Perlu Diketahui
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar