Jenis-jenis Novel yang Laris di Pasaran


Novel merupakan salah satu bacaan paling populer di dunia, sekaligus menjadi salah satu bacaan favorit masyarakat. Hampir setiap orang pasti pernah membaca novel apa pun jenisnya.  Novel menurut Saini K.M dan Jacob Sumardjo dibagi ke dalam 3 jenis.  Jenis-jenis novel  tersebut dibagi menjadi novel fantasi, petualangan, dan  percintaan.

Para pakar mendefinisikan novel sebagai salah satu bentuk karya sastra. Jacob Sumardjo mendefiniskan novel sebagai karya sastra yang paling banyak beredar di masyarakat  mengingat jumlah khalayak pembacanya yang luas. Oleh karena itulah, novel juga disebut Jacob Sumardjo sebagai karya sastra terpopuler di dunia.

Tren Novel Berubah dari Waktu ke Waktu

Tren novel dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan, tak hanya berhenti di satu  jenis novel tertentu saja. Tren novel sangat bergantung pada selera pasar.  Misalnya, pada tahun 2000-an karya sastra populer mencuat ke pasaran seperti novel trilogi Supernova karya Dewi Lestari, kemudian novel bergenre teenlit (novel remaja) sempat menggantikan popularitas novel sastra populer.

Tren pun kemudian berganti lagi pada novel yang mengadaptasi kisah nyata seseorang seperti,  novel Laskar Pelangi yang ditulis oleh si pemilik cerita, Andrea Hirata.  Lalu, tren kembali berubah lagi pada novel yang bernuansa religi seperti novel Ketika Cinta Bertasbih, karya Habiburrahman El Shirazy dan begitu seterusnya dari waktu  ke waktu tren novel selalu berubah.

Di samping itu, para penulis novel yang karya-karyanya selalu laris di pasaran antara lain Dewi Lestari, Andrea Hirata, Ayu Utami, Asma Nadya, dan Raditya Dika. Kendati di luar nama tersebut masih akan muncul nama lainnya karena pergeseran selera pasar yang tak pernah berhenti dalam satu tren saja. Jenis-jenis novel akan silih berganti menjadi tren di pasaran.

Penulis Novel dengan Ciri Khasnya Masing-masing

Penulis novel di Indonesia dari waktu ke waktu terus bermunculan dan menyuguhkan karya dengan ciri khasnya sendiri, seperti Habiburrahman El Shirazy dan Asma Nadya yang kerap menyajikan novel-novel bernuansa religi. Sebaliknya, penulis yang karyanya sering kali mengundang kontroversi adalah Ayu Utami dan Djenar Mahesa Ayu yang memiliki ciri khas yang berbeda, yaitu selalu menyisipkan isu tentang sensualitas manusia secara gamblang dan blak-blakkan. Selain itu, Andea Hirata menghasilkan karya dengan ciri khas karya yang menyuguhkan latar belakang kebudayaan.

Para penulis novel lahir dengan membawa ciri khasnya masing-masing yang diaplikasikan pada jenis-jenis novel yang berbeda dan pada akhirnya, pasarlah yang akan memilih sendiri novel yang laris dan banyak diminati oleh masyarakat. Semoga dengan hadirnya berbagai jenis novel tersebut masyarakat menjadi gemar membaca dan menghargai karya sastra. Semoga bermanfaat.

Selanjutnya : Pengertian Artikel Secara Luas
Sebelumnya: Cara Mancing di Laut Malam Hari
 

Artikel Menarik Lainnya

Komentar